10 Helikopter Chinook Baru Singapura akan Ditempatkan di Australia

Kementerian Pertahanan Australia telah mengkonfirmasi bahwa Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) akan meningkatkan jumlah helikopter angkut berat Boeing CH-47 Chinook yang berpangkalan di Pusat Pelatihan Penerbangan Angkatan Darat di Oakey Australia berdasarkan perjanjian bilateral antara Australia dan Singapura.

“Kementerian Pertahanan dapat memastikan bahwa jumlah helikopter Chinook RSAF yang berpangkalan di Oakey akan ditingkatkan berdasarkan ketentuan perjanjian saat ini antara Australia dan Republik Singapura,” kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Australia.

Diketahui dari sumber lain bahwa 10 CH-47F baru dari pesanan total 16 helikopter Chinook Singapura yang tidak diumumkan, yang ditandatangani pada November 2016, akan ditempatkan di Oakey. Helikopter Chinook baru Singapura pertama diharapkan tiba pada kuartal pertama 2021, dengan sisanya dikirim langsung ke Singapura dari AS.

Lima CH-47D Chinook RSAF telah berpangkalan di Oakey sejak 2018 berdasarkan Perjanjian Oakey antara kedua negara, yang memungkinkan hingga 16 helikopter ditempatkan di Australia pada waktu tertentu untuk pelatihan pilot.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada bulan Oktober 1996 dan termasuk ketentuan untuk hingga 12 Airbus Helicopters AS332M/M1Super Puma untuk dipindahkan dari Singapura ke fasilitas Penerbangan Angkatan Darat di Oakey Australia, dengan opsi untuk menyertakan helikopter Chinook di kemudian hari. Perjanjian Oakey mulai berlaku dengan kedatangan helikopter pertama pada bulan September 1998. Sejak itu, Super Puma telah kembali ke negara pulau itu, digantikan oleh lima CH-47D. Belum jelas apa yang akan terjadi pada lima helikopter kelas berat Chinook yang saat ini berada di Oakey setelah helikopter baru dikirim.

Baca Juga:  Tank Tanpa Awak Turki Mulai Diproduksi

Sebelumnya, untuk mengakomodasi peningkatan helikopter RSAF di Oakey, FKG Group diberi kontrak pada bulan Oktober 2016 di bawah Proyek infrastruktur A9032 (CH-47 Chinook Angkatan Udara Republik Singapura, Super Puma dan Infrastruktur Logistik Dukungan) sebagai Kontraktor Pelaksana untuk pekerjaan upgrade fasilitas infrastruktur.

“Fasilitas untuk mendukung kesepakatan antara Australia dan Singapura sangat dibutuhkan, dan pengerjaan proyek dimulai pada Januari 2017,” kata juru bicara KementerianPertahanan. “Proyek tersebut termasuk perbaikan fasilitas pelatihan helikopter RSAF yang ada dan logistik pendukung baru dan fasilitas pemeliharaan, sertainfrastruktur lapangan terbang.”

Pekerjaan senilai sekitar $ 57,7 juta tersebut selesai pada Agustus 2019.

Sumber : australiandefence.com.au via TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan