25 April Kapal Selam KRI Ardadedali Berlayar Ke Indonesia

Kapal selam pesanan TNI Angkatan Laut yang dibuat oleh Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) akan dikirim dari Korea Selatan, pekan depan. Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu akan menyaksikan langsung upacara pengiriman kapal selam tersebut di dermaga galangan kapal DSME, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.

“Ini adalah kapal selam kedua yang akan dikirim pada 25 April mendatang,” ujar Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang- beom, Kamis (19/4).

Sementara itu kapal selam pertama yang
dinamakan KRI Nagapasa-403 telah tiba di Tanah Air pada Agustus 2017. Satu lagi kapal selam sedang dirakit di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur.

Menhan Ryamizard Ryacudu berharap
masuknya kapal selam KRI Ardadedali-404 dalam jajaran TNI AL mampu mendukung terciptanya stabilitas keamanan kawasan dan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Menurut Menhan, pertahanan negara perlu ditopang dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang kuat.


Berdasarkan kontrak pengadaan kapal selam DSME 209 yang dilaksanakan Kementerian Pertahanan RI dengan pihak DSME, ada pembangunan tiga unit kapal selam sejak Januari 2013. Kapal tersebut masing-masing memiliki bobot 1.400 ton, panjang 61,3 meter dan lebar 7,6 meter dengan kecepatan 21 knot di bawah air.

Kapal dengan kapasitas 40 personnel dan bisa berlayar lebih dari 50 hari ini dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm. Kemampuan lainnya, yakni peluru kendali antikapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI AL.

Baca Juga:  Deal!, Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab ProduksiĀ Tankboat dan Senjata

Dubes Kim berharap kerja sama bidang
pertahanan ini bisa dikembangkan tidak hanya pada aspek pengadaan tetapi juga perakitan dan transfer teknologi pembuatan kapal selam.


“Kerja sama pertahanan adalah salah satu pilar kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan,” tuturnya.

3 Komentar

Tinggalkan Balasan