3 Tahun Diembargo, Rusia Malah Semakin Mandiri Dari Barat

Peternakan sapi Kladovaya Solntsa di Krasnodar. Sumber: Vitaliy Timkiv/TASS

Diembargo malah balik mengembargo. Itulah Rusia dibawah Presiden Vladimir Putin. Pada tahun 2014 negara Eropa Barat dan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi embargo ekonomi pada Rusia karena konflik di Crimea dan Ukraina. Mereka membekukan rekening dan asset luar negeri milik Rusia di negaranya.

Rusia tak tinggal diam, mereka balik mengembargo dengan menyetop impor dari Uni Eropa, AS, Australia dan negara sekutunya. Pengiriman daging, ayam, ikan, keju, susu, buah, dan sayuran, semuanya dilarang. Luar biasa berat, karena selama komoditas pangan di atas berasal Barat.

“Langkah pahit yang harus diambil, demi harkat dan martabat bangsa,” kata Perdana Menteri Rusia, Dymetri Medvedev saat itu.

Efeknya tentu inflasi, harga pangan di Rusia naik tajam. Nilai tukar rubel, mata uang Rusia, turun tajam.

Menurut para jurnalis, sekeranjang makanan yang dibeli dari supermarket saat ini 69 persen lebih mahal dibanding Agustus 2014. Menurut Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, rata-rata harga meningkat 32 persen sejak Agustus 2014.

“Efek negatif embargo adalah berkurangnya pemasukan untuk negara, karena sebagian pengeluaran masyarakat habis untuk makanan, sehingga pengeluaran untuk barang dan jasa lain berkurang drastis,” ujar Daniil Kirikov, managing partner (sekutu pengurus) di konsultan manajemen bisnis Kirikov Group.

Keju yang dijajakan di sebuah pusat perbelanjaan di Moskow. Sumber: Getty Images

Pilihan Jadi Sedikit

Pilihan produk pangan pun menjadi berkurang ragamnya. Namun Kremlin tak tinggal diam, buah dan sayuran yang biasanya didatangkan dari Eropa sekarang telah diganti oleh produk dari Turki, Mesir, Maroko, dan negara-negara Timur Tengah.

Baca Juga:  Daftar Pejabat Tinggi Negara Lain Yang Pernah Dicekal Masuk AS

Keju yang biasanya dari Etopa juga diganti dengan produk buatan dalam negeri yang meskipun kualitasnya masih di bawah keju Eropa namun terus semakin membaik.

“Keputusan menyetop impor makanan dari Uni Eropa berkontribusi terhadap semakin populernya produk Rusia, namun berkurangnya pendapatan masyarakat memperlambat hal ini,” kata Artem Deyev, kepala analis di agen finansial AMarkets.

Sebuah pusat belanja di Rusia. Sumber: Vladimir Astapkovich/RIA Novosti

Kebangkitan Pertanian Kecil

Pemerintah Rusia menggunakan embargo sebagai langkah proteksi produsen lokal, yang mendorong bisnis pertanian kecil di Rusia, bersamaan dengan program pinjaman murah dari pemerintah (hingga 15 juta rubel atau 3,3 miliar rupiah) untuk petani pemula yang diluncurkan pada 2012. Menurut Rosselkhozbank, yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Rusia, pada 2016 usaha pertanian kecil dan menengah diberikan lebih dari 9.200 kali peminjaman dengan nilai total 191,5 miliar rubel. Ini lebih banyak dari jumlah pada 2015, yaitu 183,7 miliar rubel.

“Sekarang penting bagi produsen pertanian untuk melunasi utangnya, menghasilkan profit, dan memproduksi barang baru tanpa kehilangan pasarnya, tapi jangka waktu embargo harus dibatasi, berdasarkan kebijakan kalkulasi harga, data finansial, dan situasi ekonomi,” kata Peter Pushkarev, kepala analis di perusahaan layanan investasi dan pasar valuta asing TeleTrade.

Peternakan sapi Kladovaya Solntsa di Krasnodar. Sumber: Vitaliy Timkiv/TASS

Pertumbuhan Bisnis Rumah Kaca

Berkat sanksi dan program subsidi pemerintah untuk pertanian Rusia, investasi di bisnis rumah kaca semakin populer di kalangan pebisnis unggul, perusahaan pertanian, dan bahkan elite politik Rusia.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Kirim Bantuan 10 Kontainer Untuk Rohingya

Anak dari milyuner Roman Abramovich (kekayaan 7,6 miliar dolar AS), Arkady, memutuskan untuk menanam tomat dan mentimun di Belgorod, daerah yang berbatasan dengan Ukraina (724 kilometer di selatan Moskow). Pada akhir 2015, ia mendirikan perusahaan bernama Greenhouse, dengan spesialisasi di pertanian sayuran. Igor, anak laki-laki termuda dari dari Jaksa Agung Rusia Yury Chaika, juga memutuskan untuk berinvestasi di sektor pertanian. Pada Maret 2016, ia mendirikan perusahaan Agro-Region yang juga dengan spesialisasi pertanian sayuran.

Menurut Kementerian Pertanian Rusia, hasil panen tomat dan mentimun yang ditumbuhkan di rumah-rumah kaca Rusia adalah 570 ton pada Juli 2017, meningkat 19,8 persen dibanding periode yang sama setahun sebelumnya.


 

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan