30 Prajurit Iran Ditangkap Terkait Insiden Salah Tembak Pesawat Ukraina

Di tengah gelombang unjuk rasa para Mahasiswa Iran yang menuntut pertanggung jawaban pemerintahnya terkait penembakan pesawat Boeing 737 milik Ukraine Airlines yang menewaskan 176 orang di pinggiran Teheran, pada 8 Januari lalu. Aparak penegak hukum Iran telah menangkap 30 tentara yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Penyelidikan menyeluruh tengah dilakukan dan sejumlah orang sudah ditangkap terkait proses tersebut,” kata juru bicara aparat penegak hukum Iran, Gholamhossein Esmaili, seperti dilansir Associated Press, Selasa (14/1).

Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengklaim insiden tersebut terjadi karena faktor kesalahan manusia. Dia berjanji akan menyeret seluruh pelaku ke pengadilan dan mendapat hukuman yang setimpal.

“Penegak hukum harus membentuk pengadilan khusus terdiri dari sejumlah hakim dan pakar. Ini bukan kasus biasa. Seluruh dunia akan menyoroti perkara ini,” kata Rouhani.

Rouhani mengatakan insiden tersebut sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan. Dia juga menyatakan seluruh pihak yang terlibat harus bertanggung jawab.

“Tanggung jawab itu dipikul bukan hanya satu orang. Yang lainnya juga. Dan saya mau persoalan ini diselesaikan dengan jujur,” kata Rouhani.

Meski begitu, Rouhani memuji sikap militer Iran yang mau mengakui kesalahannya. Militer Iran baru mengakui salah sasaran tiga hari setelah kejadian. Bahkan, dilaporkan sempat ada upaya untuk menutupi kejadian tersebut.

Baca Juga:  Setelah MiG-35 , Mesir Borong Sukhoi Su-35 Dari Rusia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan