5 Hari Operasi Pembebasan, Pasukan Kopassus dan Kostrad Tidak Makan

Operasi pembebasan sandera di Banti, Kimbeli dan area longsoran Distrik Tembagapura, Papua yang diberi kode operasi senyap diawali dengan perjuangan berat tim intai dan serbu utama yang terdiri dari anggota pasukan Kopassus dan Tim Intai Tempur dari Kostrad.
Kolonel Inf Muhammad Aidi Kapendam XVII/Cenderawasih mengatakan, sebelum penyerbuan, TNI melakukan pengintaian dan penyusupan selama lima hari hingga jarak hanya 30 meter dari posisi musuh untuk mengidentifikasi sasaran.

Mereka terdiri dari 13 personel Kopassus dan 10 personel Kostrad. Mengendap di dekat sasaran. Memantau pergerakan kelompok kriminal bersenjata yang membaur dengan warga sipil.

Untuk mendekati daerah operasi juga dibutuhkan waktu 5 hari 5 malam dengan bergerak senyap penuh resiko di belantara papua. 

“Pasukan berjalan 4 km, lima hari lima malam dengan sangat rahasia meraka menerobos medan dan tebing sampai ke sasaran. Pasukan mengamati tempat rakyat disandera. Jarak penyandera hanya jarak 30-50 meter, namun Pangdam yang dikonfirmasi pasukan, untuk melakukan aksi melarang. Pangdam minta jangan mengambil tindakan apapun jika posisi penyandera berbaur dengan masyarakat,” terang Kolonel Inf Muhammad Aidi pada Radio Suara Surabaya.

Dalam satu hari, pasukan bertahan tidak makan dan mereka berpuasa untuk terus menunggu anggota KKB yang menenteng senjata api lengah.

“Dalam keadaan seperti ini, pasukan hanya mengamati pergerakan, dalam keadaan senyap mereka menahan makan, kami tidak buka logistik karena akan sangat membahayakan,” tambahnya.

Baca Juga:  Asia Power Index, Indonesia Dibawah Malaysia dan Singapura

Setelah penyandera bergerak menuju pos pantau mereka, itulah saatnya pasukan bergerak menuju titik penyanderaan. Pasukan melumpuhkan penjagaan penyandera.

“Saat menyerbu kondisi berkabut 3-5 sampai meter. Sempat terjadi kontak senjata dan pasukan langsung mendorong mundur ke pegunungan. Pasukan tidak melakukan pengejaran kesana karena selain medan, kita mementingkan membebaskan sandera,” terangnya.

Setelah KKB lari meninggalkan kedua kampung itu, aparat gabungan TNI dan Polri lain bergegas menuju dua kampung itu untuk membebaskan ratusan warga yang disandera.

344 orang 23 diantaranya anak-anak berhasil diselamatkan dalam operasi senyap yang dipimpin Pangdam XVII/Cenderawasih. 

sumber: suarasurabaya

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan