5000 Personel PPRC TNI Menggunakan Amunisi Sungguhan dalam Gladi dan Latihan di Natuna 

Gladi bersih latihan puncak Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) 2017 di Natuna, Kepulauan Riau, yang melibatkan tiga matra ternyata menggunakan amunisi sungguhan. Dalam gladi tersebut 4 prajurit dilaporkan gugur karena ada malfungsi pada meriam Changhong Giant Bow II.

TNI AU yang dalam skenario melakukan serbuan udara juga menggunakan bom dengan daya ledak tinggi.

Komandan Lanud Raden Sadjad Natuna Kolonel Pnb Azhar Kolonel Pnb Azhar Aditama mengatakan, saat ini di Lanud Ranai disiagakan 21 jet tempur yang dilibatkan dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC).

Di antaranya 8 jet tempur jenis Hawk 109/209, 16 jet tempur F-16, 4 Sukhoi Su-27/30, 5 helikopter Super Puma, 14 helikopter berbagai tipe dan didukung skuadron pesawat tanpa awak. Dan didukung pesawat angkut C-130 Hercules.


Latihan PPRC ini melibatkan 5.000 personel. TNI AU menggunakan bom dengan daya ledak cukup kuat. Dengan sasarannya di pulau Pendek Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara.

“Selain jet tempur, latihan PPRC ini TNI AU menampilkan pesawat tanpa awak dari Skuadron 51 Pontianak. Dan skuadron ini nantinya disiapkan dan dikembangkan di Natuna sebagai pangkalan terdepan,” ujar mantan pilot Hawk 209, Rabu (17/5).
Dia mengatakan, latihan PPRC ini adalah bagian dari mengasah kemampuan personel khususnya TNI AU dalam memperkuat kedaulatan NKRI di perbatasan yang bertentanggga dengan negara konflik.

Baca Juga:  Meriam Buatan China Salah Sasaran, 4 Prajurit TNI Gugur Saat Latihan di Natuna

“Latihan ini bukan unjuk kekuasaan, tetapi mengasah kemampuan. Dan Natuna sendiri tidak masuk wilayah konflik,” ujar Danlanud.

Sumber : jpnn.com

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan