6 Negara Yang Tidak Memiliki Tentara Militer

Pasukan Swiss Guard, pengaman negara kota Vatikan. Foto: wikipedia

Jika ingin kedamaian, maka sebuah kerajaan harus siap berperang kapan pun. Demikian ungkapan kuno dari zaman China yang masih diyakini sampai saat ini.

Sebuah negara atau kerajaan memerlukan pasukan keamanan untuk bersiap menghadang invasi serbuan asing. Apakah hal ini juga berlaku di zaman modern?

Nafsu berperang pada manusia sama halnya nafsu manusia pada makanan. Perang adalah sifat dasar yang dibawa manusia sejak lahir, bahkan di negara Eropa yang diklaim aman damai sekalipun, rakyatnya juga hobi berperang, ambil contoh dalam hal sepakbola.

Dalam sepakbola, perang tidak hanya di dalam lapangan hijau. Bahkan sampai sekarang yang katanya sudah beradab ini, perang antar supporter sampai ada yang mati adalah hal yang biasa. Di Eropa, Amerika dan belahan dunia manapun, Indonesia? apalagi.

Makanya jika sebuah bangsa ingin terus hidup damai, maka harus siap berperang kapan pun untuk mempertahankan kemerdekaanya dari invasi asing.

Namun ada juga di zaman modern ini negara-negara yang tidak memiliki prajurit militer, ke-enam negara tersebut adalah:

1.Vatikan

Wilayah negara Vatican di tengah kota Roma ibukota Italia

Negara berdaulat yang berada di tengah-tengah Italia ini tidak mempunyai militer sama sekali. Segala urusan keamanan diserahkan kepada Grandmarie Corps.

Di Vatikan memang terdapat Swiss Guard. Namun, mereka bukan milik negara dan hanya bisa digunakan oleh keuskupan.

Italia pun sebagai negara yang mengelilingi Vatikan secara formal dilarang ikut campur dalam masalah keamanan di Vatikan.

Baca Juga:  Rusia dan Amerika Masih Jadi Raja Pengekspor Senjata Dunia

Alasannya, hal tersebut bisa merusak netralitas Takhta Suci Vatikan, pemimpin tertinggi umat Katolik di seluruh dunia.

2. Nauru

Nauru adalah sebuah negara kecil di Samudera Pasifik dengan penduduk 13.000 jiwa, negara ini menyerahkan urusan pertahanan sepenuhnya kepada Australia bahkan urusan moneter keuangan juga ngikut ke Australia.

Meski dilimpahkan ke Australia, untuk keamanan lokal Nauru punya polisi yang dilengkapi senjata lengkap hampir sama dengan militer.

3. Solomon Islands

Di Solomon Islands dulunya kekuatan punya paramiliter sangat kuat. Hal tersebut berlangsung sampai konflik berlatar etnis terjadi.

Konflik tersebut membuat negara seperti Australia, Selandia Baru, dan beberapa tetangganya di Pasifik turun tangan demi memulihkan hukum dan ketertiban.


Sejak peristiwa tersebut, tidak ada kekuatan serupa militer yang ada Solomon Islands. Yang ada hanya Unit Pengawasan Masyarakat dan Maritim.

Kelompok tersebut ditujukan untuk menjaga keamanan di Solomon Islands. Tidak sendirian, unit tersebut untuk masalah pertahanan negara dibantu oleh Organisasi Multilateral Negara Pasifik untuk Solomon Islands (RAMSI).


4. Liechtenstein

Negara di Eropa ini dulunya punya militer. Namun, keberadaan militer dihapus pada 1868.

Alasan penghapusan militer karena dianggap pengeluaran untuk punya angkatan bersenjata terlalu mahal. Mereka pun membuat undang-undang yang mengatur bahwa militer boleh dihidupkan kembali saat situasi perang.

Liechtenstein adalah satu dari sedikit negara dunia yang percaya perang besar tidak akan pernah terjadi dan berefek sampai ke negaranya.

Baca Juga:  Ada Pengaruh China Dibalik Kudeta Militer Zimbabwe

5. Grenada

Peta Grenada

Grenada adalah sebuah negara kepulauan kecil di Laut Karibia, Amerika Selatan. Sama seperti Liechtenstein, dulunya Grenada juga punya militer. Akan tetapi, keberadaan angkatan bersenjata sudah ditiadakan semenjak 1983 karena adanya invasi dari Amerika dan sekutunya.

Untuk menjaga keamanan Grenada, negara ini membentuk kepolisian negara. Sementara urusan pertahanan Grenada hanya mengandalkan sistem keamanan regional.

6. Andorra

Negara di antara Prancis dan Spanyol ini tidak punya militer. Mereka hanya menandatangani perjanjian dengan beberapa negara Eropa dan Prancis untuk urusan proteksi.

Meski demikian, dalam beberapa acara kenegaraan beberapa warga Andorra menjadi relawan meramaikan festival dengan berperan sebagai militer.

Dalam urusan keamanan, Andorra punya Unit Antiterorisme dan Pengelolaan Tahanan yang mereka anggap peran sama dengan kepolisian.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan