6 Pesawat Tanpa Awak Hermes Akan Perkuat Filipina

Angkatan Udara Filipina (PAF) dalam e-buletin triwulanan ‘Lead One Today’ terbaru mengungkapkan bahwa mereka pada tahun ini akan menerima pengiriman enam UAV (unmanned aerial vehicle) terakhir dari sembilan UAV medium-altitude, long-endurance (MALE) Hermes 900 yang dipesan dari Elbit Systems Israel untuk meningkatkan kemampuan intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR) AU Filipina.

“Untuk kemampuan ISR, AU Filipina akan menerima pengiriman dua unmanned aerial system (UAS) yang terdiri dari [total] enam Hermes 900, stasiun pengendali darat, terminal data darat , dan peralatan pendukung lainnya,” kata pihak AU Filipina dalam buletin tersebut, menunjukkan bahwa pengiriman UAS pertama yang terdiri dari tiga Hermes 900 telah selesai.

Gambar dari dua Hermes 900 pertama AU Filipina muncul di media sosial pada November 2019, dan Elbit mengumumkan pada 7 Mei 2020 bahwa varian patroli maritim Hermes 900 yang menampilkan kemampuan penyelamatan yang baru dikembangkan baru-baru ini telah diserahkan ke negara Asia Tenggara yang dirahasiakan. Pelanggan itu diyakini adalah Filipina.

Pengadaan MALE UAV adalah bagian dari program modernisasi AU Filipina yang sedang berlangsung, yang juga mencakup akuisisi tiga UAV taktis long endurance Hermes, dua di antaranya diserahkan pada Agustus 2019.

Manila juga telah memesan sejumlah UAV Skylark LEX dan Skylark 3 yang tidak diberitahukan jumlahnya- yang juga merupakan buatan Elbit Systems – bersama dengan sistem kontrol darat, peralatan pendukung, pelatihan, dan dukungan logistik yang terintegrasi. (janes.com)

1 Komentar

  1. sebentar lagipula ” konek sama satelit ” bisa masuk tuh long endurance sampai zee RI ,

    pertanyaaanya saya , bagaimana Indonesia ,?
    jangan hanya puas dengan wing long … itupun masih kalah jumlah dengan negara duterte

    Masih lebih kondusif dan stabil perekonomiannya Ri dibanding pilipin .

    “singkirkan ” para pengganggu anggaran menhan ,mereka juga ingin kita “lemah ” dibanding negara sekitar

    kritik membangun tentunya boleh

Tinggalkan Balasan