7 Alutsista Andalan TNI Yang Dibuat Di Dalam Negeri

Seiring kebijakan transfer teknologi, Indonesia mulai bisa memasok sendiri alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk pertahanan. Kualitasnya pun diakui di dunia. Berikut ini 7 alutsista buatan di dalam negeri.

1. Anoa 6×6 buatan PT. Pindad

Panser Anoa 6×6 adalah kendaraan angkut personel sedang (aps) buatan  PT. Pindad. Panser ini dikembangkan sebagai kebutuhan dari pengalaman tempur TNI di Aceh saat menghadapi GAM tahun 2003. Purwarupa pertama tampil tahun 2008, sampai sekarang Anoa telah digunakan oleh Indonesia, Brunei, Pakistan dan Timor Leste. Beberapa negara lain masih ngantri seperti Malaysia, Oman, Irak, Nepal dan Bangladesh.


Anoa sudah diakui ketangguhannya, terbukti PBB yang diawaki pasukan Garuda (Konga) Indonesia menggunakannya dalam misi perdamaian di Lebanon dan Sudan. Varian dasar Anoa dilengkapi dengan senapan mesin 12,7 mm dan peluncur granat 40 mm. 

2. Senapan Serbu PT. Pindad

Senapan Serbu SS2 Subsonic V-7, Senapan Serbu SS3, Senapan Serbu SS2 Subsonic, PM3, dan Pistol G2 Premium, buatan PT Pindad. Senapa buatan Pindad ini mendunia karena TNI selalu merajai arena kontes menembak ASEAN maupun Intenasional macam dalam kompetisi Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), di Puckapunyal, Australia, pada 20-23 Mei 2015 lalu.


3. Rantis Komodo 4×4 PT. Pindad

Kendaraan tempur taktis Komodo 6×6 buatan Pindad dapat broperasi sebagai pengangkut pasukan, kendaraan tempur yang dipersenjatai dengan peluncur rudal permukaan ke udara atau juga peluncur rudal anti tank, kendaraan komando, dan juga sebagai ambulans untuk mengevakuasi pasukan yang luka. 

KRI Banda Aceh dan APS Anoa

4. LPD Banda Aceh class PT. PAL

KRI Banda Aceh-593 adalah kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dibangun oleh PT PAL Surabaya. Kapal LPD ini mampu mengangkut 344 personel, 5 helikopter, 2 LCVP, 3 howitzer, dan 21 tank. KRI Banda Aceh-593 dilengkapi dengan meriam 40 mm dan 20 mm. 

5. PKR 10514 PT. PAL

PT PAL bekerja sama dengan dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda membangun Kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal yang panjangnya 105 meter lebar 14 meter ini lebih familiar dinamakan PKR 10514. PT PAL saat ini telah menyelesaikan KRI R.E. Martadinata-331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Galangan Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia dan akan diserahterimakan pada Kemhan untuk TNI AL setelah sistem persenjataannya dipasang.

KRI R.E. Martadinata-331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 

6. KCR-60 PT. PAL

PT PAL juga telah membangun tiga Kapal Cepat Rudal sepanjang 60 meter (KCR-60). Kapal cepat ini mampu membawa empat rudal permukaan ke permukaan C-705 buatan China. Selain KCR-60, tak ketinggalan galangan kapal swasta nasional juga membangun KCR 40, yang mampu membawa dua rudal C-705. 

7. CN-235-220 MPA PTDI


PT Dirgantara Indonesia (PT DI) terus melanjutkan kerja sama yang positif dengan perusahaan pesawat Airbus Eropa. Salah satu produk kolaborasi PT DI dan Airbus adalah CN235, CN212 dan Helikopter Puma. Pesawat CN-235 sudah sangat mendunia dipakai oleh berbagai negara termasuk Amerika Serikat sebagai pesawat Coast Guard. (TSM)

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan