AD Amerika Borong Black Hornet, Drone Kecil Mungil

FLIR Systems, Inc. telah menerima pesanan senilai $ 2,6 juta dari Angkatan Darat Amerika Serikat untuk memasok FLIR Black Hornet® Personal Reconnaissance Systems (PRS). Unit-unit yang dikirimkan berdasarkan kontrak ini akan mendukung kemampuan pengawasan dan pengintaian tingkat regu dalam rangka batch pertama program Soldier Borne Sensor (SBS) AD AS.

AD AS sebelumnya telah membeli Black Hornet PRS dari FLIR untuk keperluan tes dan evaluasi pada tahun 2016 dan 2017. Angkatan Darat akan melanjutkan evaluasi dan mempertimbangkan roll out skala penggunaan yang lebih besar dari Black Hornet untuk pengerahan operasional secara penuh pada semua unit infanteri.

“Pilihan Angkatan Darat Amerika Serikat pada FLIR untuk menyediakan Black Hornet PRS dalam pengiriman awal program Sensor Soldier Borne ini merupakan kesempatan kunci untuk menyediakan tentara di setiap pasukan Angkatan Darat AS, keunggulan penting di medan perang modern,” kata James Cannon, Presiden dan CEO dari FLIR Systems. “Kontrak ini menunjukkan permintaan yang kuat akan teknologi nano-drone yang ditawarkan oleh FLIR dan membuka jalan untuk penggunaan luas di semua cabang militer. Kami bangga dapat memberikan Black Hornet PRS yang sangat terdiferensiasi untuk membantu mendukung pemerintah AS untuk mencapai tujuan melindungi para prajuritnya.”

Kontrak ini memperluas penggunaan Black Hornet PRS dari FLIR untuk program pengawasan dan pengintaian militer. FLIR telah memasok sistem Black Hornet PRS ke 30 negara di seluruh dunia, dan Angkatan Darat AS akan menerima sistem generasi terbaru di bawah program SBS.

Baca Juga:  Silent Hawk Motor Trail Hybrid Pasukan Khusus Amerika Serikat

Pengiriman sistem ini akan berlangsung pada 2018.

Sistem Black Hornet PRS memiliki bobot total 1,3 kg dan dapat dengan mudah diintegrasikan pada perlengkapan perorangan operatornya. Black Hornet dilengkapi sensor dengan berat hanya 18 gram, meliputi elektro optik atau elektro optik dan kamera infra merah, sehingga memberikan penggunanya penglihatan untuk siang hari, pada pencahayaan rendah dan malam hari.

Black Hornet mempunyai ketahanan terbang 25 menit per flight, dan beroperasi 2,5 jam untuk sistem secara keseluruhan. Jangkauan data link-nya mencapai 1,6 km. Black Hornet terbang dengan kecepatan 5 m/detik dengan toleransi hembusan angin berkecepatan 8 m/detik.

Sumber : armyrecognition.com, flir.com, TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan