AD Korea Selatan Uji Tembak Rudal Hellfire dari Helikopter Apache

Angkatan Darat Korea Selatan melakukan uji penembakan rudal udara-ke-permukaan Hellfire yang diluncurkan dari delapan helikopter serang Apache pada hari Senin (13/11).
Masing-masing helikopter tersebut menembakkan satu rudal Hellfire pada fasilitas penembakan di perairan di lepas pantai barat kota Gunsan, menurut pihak AD Korea Selatan sebagaimana dilaporkan oleh Yonhap pada hari Senin.

Helikopter-helikopter itu terbang sejauh 60 kilometer sebelum menembak dan semuanya tepat mengenai sasaran di laut. Rudal Hellfire diluncurkan dari jarak yang berbeda dan dengan cara yang berbeda sehingga pilot dapat lebih mengenal peluru kendali tersebut dengan baik, kata pihak AD Korea Selatan.

Angkatan Darat meresmikan 36 helikopter Apache yang diproduksi oleh Boeing pada bulan Mei tahun lalu dan mengoperasikannya pada bulan Januari 2017.

Empat helikopter Apache lainnya juga mengikuti latihan live-fire sebagai pesawat komando dan pesawat cadangan.

“Sesuai dengan namanya, Hellfire adalah peluru kendali yang kuat yang benar-benar dapat menghancurkan sasaran musuh. Ini adalah pertama kalinya militer Korea Selatan melakukan latihan live-fire dengan rudal tersebut,” kata pihak Angkatan Darat.


Dengan jangkauan 8 km, Hellfire telah digunakan oleh militer AS di Irak dan Afghanistan. Satu helikopter Apache bisa membawa hingga 16 rudal Hellfire.

Unit Apache Angkatan Darat Korea Selatan, dengan peralatan dan personelnya, mampu menghancurkan 570 tank musuh, menurut pihak Angkatan Darat.

Baca Juga:  Jenderal Serbia Pembantai Muslim Bosnia Mati Bunuh Diri di Ruang Sidang PBB

Helikopter AS akan dimobilisasi untuk menyerang tank Korea Utara dan air-cushion craft jika terjadi konflik bersenjata. Helikopter-helikopter itu juga akan menjadi yang pertama yang dikirim jika Korea Utara meluncurkan pendaratan mendadak di kepulauan Korea Selatan di antara kedua Korea tersebut.

Saat ini pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan mengoperasikan 48 helikopter Apache.

Video : www.youtube.com/watch?v=YLXgmS3rdm0

Sumber : defenseworld.net, diterjemahkan dan diedit oleh TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan