Ada 1.456 WNI Jamaah Tablig Yang Berada Di Luar Negeri, 731 Terjebak Di India

Jamaaah Tabligh (JT) adalah salah satu organisasi muslim yang menghimpun lalu mengirim anggotanya ke berbagai negara untuk berdakwah dari masjid ke masjid. Masalahnya, mereka ini tidak memiliki sistem administrasi yang rapi dan jelas sehingga data berapa anggotanya yang saat ini sedang “tugas” dakwah di luar negera juga enggak jelas. Hanya perkiraan.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memaparkan saat ini ada sekitar 1.456 warga Indonesia anggota JT yang sedang berada luar negeri. Nahh sebanyak 731 di antaranya berada di India yang saat ini sedang lockdown total akibat virus corona.

“Mengenai Jamaah Tabligh, data yang kami peroleh sekali lagi jumlah yang pasti kami tidak pernah tahu, tetapi setidaknya yang kami peroleh sampai saat ini jumlah (WNI) jamaah tabligh adalah 1.456 orang dan 731 diantaranya berada di India,” kata Retno disela panggilan video usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa (31/3) pagi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menuturkan seluruh WNI JT yang ada di luar negeri berstatus orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19).

Masalahnya makin pelik, JT saat ini sudah menjadi penyebar virus Corona dibanding penyebar hidayah Islam.

Ini karena cara mereka berdalwah yang menginap di masjid 3 hari lalu pindah ke masjid yang lainya. Selama 40 hari atau 4 bulan.

Baca Juga:  Tolak Ijtimak Akbar Jamaah Tabligh di Makassar Agar Corona Tak Menyebar Seperti di Malaysia

Ada dua pusat (klaster) penyebaran virus Corona dari JT. Pertama adalah acara perkumpulan (ijtimak) JT Malaysia di Masjid Sri Petaling (29Februari-1Maret). 80% kasus Covid-19 di Malaysia penularanya dari acara ini. Total orang yang hadir di intimak tersebut 15.000 dari berbagai negara dan 696 WNI.

Yang kedua adalah pusat (klaster) penyebaran dari acara Intijak Asia di Gowa, Makasaar pada 19-22 Maretnyang dihadiri 8.000orang. penanggung jawab ijtimak tersebut, KH. Lutfi Yusuf dari Samarinda, telah tewas pada Minggu 29 Maret, dengan status Positif Corona di Balikpapan saat perjalanan dakwah di sebuah masjid.

Masalahnya pelik, karena setelah acara ijtimak di Gowa Makassar, ada ratusan rombongan jamaah yang dibentuk, dan di kirim ke berbagai daerah di Indonesia. Dan sebagian dari mereka telah membawa virus Corona Covid-19 ini.

Harap waspada untuk semua, musuh kita bersama adalah Corona. Demi keutuhan NKRI.