Advancing Blade Concept, Teknologi Rotor Helikopter Untuk Bergerak Cepat

Advancing Blade Concept (ABC) adalah sebuah sistem rotor yang dikembangkan oleh Sikorsky. Konsep ini muncul untuk memecahkan masalah batasan kecepatan helicopter. Kecepatan helikopter dengan konfigurasi rotor biasa akan terbatas karena adanya disimetri gaya angkat.

Ketika sebuah helikopter bergerak maju ke depan, rotor helikopter tersebut akan terbagi menjadi dua sisi, yaitu sisi yang advancing dan sisi yang retreating. Angin relatif yang melewati rotor utama akan berbeda di sisi yang advancing dan sisi yang retreating. Sisi yang advancing akan mendapat gaya angkat yang lebih besar daripada sisi yang retreating. Hal ini bisa dikompensasi dengan menambah angle of attack pada sisi rotor yang retreating dan mengurangi angle of attack pada sisi rotor yang advancing, namun ketika heli bertambah cepat perbedaan angin pada kedua sisi rotor pun makin besar. Koreksi angle of attack pun juga harus ditambah sampai angle of attack pada sisi rotor yang retreating mencapai jumlah kritis sehingga mengalami stall. Bila ini terjadi, helikopter akan mendongak ke atas dengan kasar dan berputar ke arah retreating blade, sehingga helikopter tidak bisa terlalu kencang.

Sistem rotor ABC menggunakan dua rotor kaku yang disusun secara koaksial (bertumpuk), sehingga terdapat belahan rotor advancing di kedua sisi helikopter. Dalam kecepatan tinggi, sisi rotor yang retreating mengalami offload karena banyak beban dari helikopter ABC yang diangkat oleh sisi yang advancing, sehingga tidak ada lagi risiko sisi yang retreating mengalami stall.

Batasan kecepatan pada helikopter hilang karena pemakaian sistem ABC, sehingga helikopter ABC bisa dioptimalkan untuk kecepatan. Kapasitas rotor untuk menghasilkan gaya angkat tidak akan berkurang seiring bertambahnya kecepatan maupun ketinggian. Adanya setting rotor yang koaksial dan berputar berlawanan arah pun berarti helikopter ABC tidak memerlukan sistem anti-torsi (rotor ekor) lagi.

Baca Juga:  Lawan Kapal Perang AS, China Gunakan Kapal Selam Tempur Tanpa Awak
Sikorsky XH-59A ABC

ABC pertama kali diimplementasikan pada compound helicopter Sikorsky XH-59A ABC. Disamping sistem rotor ABC, XH-59A juga dilengkapi dengan dua turbojet Pratt & Whitney J60-P-3A. Dengan jet tersebut, XH-59A dapat mencapai kecepatan 487 km/jam, sedangkan dengan rotor saja mencapai 296 km/jam. Tetapi ketika desainnya dikembangkan lagi dan beratnya bertambah, XH-59A tidak lagi dapat melakukan hover dengan membawa turbojet, sehingga takeoff dilakukan dengan metode STOL. Laporan akhir US Army atas tes yang dilakukan dengan XH-59A adalah bahwa helikopter ini mempunyai kemampuan maneuver NOE (nap-on-earth) yang baik untuk pemakaian taktis, mampu terbang cepat sehingga mengurangi waktu reaksi musuh, lincah, stabil, dan mampu dikendalikan seperti pesawat pada kecepatan tinggi sehingga punya potensi untuk diaplikasikan secara taktis di militer. Hal ini dicoba diteruskan oleh Sikorsky dengan konsep XH-59B yang menggunakan ducted pusher propeller di bagian belakang. XH-59B tidak didanai karena US Army mempunyai prioritas yang lebih tinggi pada saat itu.

Konsep ABC dibangkitkan kembali oleh Sikorsky akhir-akhir ini pada compound helicopter Sikorsky X2. X2 dilengkapi dengan teknologi fly-by-wire dan pengurangan getaran. Sikorsky X2, sebagai sebuah helikopter eksperimental berhasil mencetak rekor kecepatan sebesar 460 km/jam. Sikorsky X2 mempunyai tingkat kebisingan pada kecepatan 200 knot yang setara dengan kebisingan helikopter biasa pada kecepatan 100 knot. Selanjutnya, Sikorsky X2 diaplikasikan ke dunia militer sebagai Sikorsky S-97 Raider, yaitu helikopter intai/serang yang diajukan untuk memenuhi program Armed Aerial Scout (AAS) US Army.

Baca Juga:  Amerika Bikin Tiruan Pesawat J-20 Buatan China Untuk Latihan Perang

Sumber:

– Lighting Ii Chan

-Hex

https://en.wikipedia.org/wiki/Sikorsky_S-69

https://www.sikorskyarchives.com/S-69%20(XH-59A).php

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan