AGM-114R9X Rudal Tanpa Peledak, Varian Hellfire ‘Berpedang’

Militer US dan CIA dikabarkan menggunakan varian khusus dari misil AGM-114R Hellfire yang tidak memiliki peledak, namun membawa inert ballast dan memiliki rangkaian bilah seperti pedang yang dibuka sebelum menghajar sasarannya. Senjata ini mempunyai kapabilitas untuk menyasar individu dengan kemungkinan collateral damage yang sangat rendah, bahkan dengan adanya individu lain dalam jarak dekat.

Senjata ini dilaporkan berhasil membunuh pemimpin nomor dua Al-Qaeda, Abu Khayr Al Masri, saat ia diserang drone ketika menyetir mobil di Syria tahun 2017. Serangan ini memang sempat disorot karena mobilnya tidak terbakar seperti dihajar misil Hellfire biasa atau GBU-12 yang dibawa drone. Hanya ada lubang di atap mobil.

Wall Street Journal, yang mempublikasikan mengenai senjata ini pada tanggal 9 Mei 2019, mengatakan bahwa designasinya adalah AGM-114R9X. Sumber anonim dari pemerintah US mengatakan ke surat kabar tersebut bahwa R9X baru digunakan secara operasional “sekitar 6 kali (setengah lusin)”, namun digunakan terhadap sasaran-sasaran di Libya, Syria, Iraq, Yemen, dan Somalia. Belum jelas apakah enam kali ini termasuk serangan CIA yang memakai senjata tersebut.


Konfigurasi persis R9X belum diketahui secara pasti, dan belum ada gambar senjata tersebut dengan bilah yang terbuka maupun tertutup. Keberadaan bilah tersebut diketahui dari bekas bolongan di atap mobil Abu Khayr Al Masri. AGM-114R sendiri memang terdiri dari beberapa subvarian, dimana subvarian R9 memiliki extremely low collateral damage warhead. Ada sumber yang mengatakan bahwa R9E adalah varian dengan “Low Collateral Damage” warhead, sedangkan R9H dilengkapi dengan “Very Low Collateral Damage” warhead. Akan tetapi, General Dynamics Ordnance and Tactical Systems yang memproduksi R9E mengatakan bahwa R9E membawa warhead advanced blast fragmentation yang memiliki kemampuan penetrasi untuk mengalahkan beragam target. USAF sendiri memakai istilah “low collateral damage” untuk munisi yang memiliki explosive filler dalam jumlah kecil.

Baca Juga:  Rusia Upgrade Helikopter Mi-28 Night Hunter

Kemungkinan yang lain adalah adanya varian R9 dengan inert warhead untuk benar-benar mengurangi collateral damage, sedangkan R9X memakai tambahan bilah untuk meningkatkan kesuksesan pembunuhan. Pemakaian small munition dengan inert warhead memiliki resiko kegagalan yang lumayan tinggi, apalagi ketika ingin menghajar sasaran bergerak karena munisi benar-benar harus mengenai individu sasaran langsung. Penambahan bilah ‘pedang’ nampaknya untuk meningkatkan pK senjata terhadap individu.


Senjata ini mulai dikembangkan sebagai pilihan alternatif dari serangan darat dalam situasi pembunuhan Osama Bin Laden di Pakistan. Pendiri Al-Qaeda tersebut selalu dikelilingi anggota keluarga, termasuk anak-anak dan wanita sehingga diperlukan senjata dengan tingkat presisi maksimal. Hal ini tetap menjadi fokus karena Presiden Obama mengeluarkan aturan baru mengenai mitigasi collateral damage di daerah luar zona tempur pada tahun 2013.

Sumber:
-Hex

https://www.thedrive.com/the-war-zone/27917/secret-hellfire-missile-with-sword-like-blades-made-mysterious-syria-strike-on-terror-leader

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan