Akinci Drone Tempur Buatan Turki-Ukraina Sukses Terbang Perdana

Drone tempur baru yang dinamai “Akinci” yang dikembangkan bersama oleh Turki dan Ukraina baru-baru ini telah menyelesaikan penerbangan pertamanya.

Ditenagai oleh mesin buatan Motor Sich Ukraina AI-450M, drone tersebut terbang selama 16 menit setelah lepas landas. Sebelum ini, Akinci telah menjalani pengujian di darat terakhir yang terdiri dari sprint di landasan, kata Kementerian Pertahanan Ukraina dalam sebuah pernyataan.

Mesin AI-450 dipasang pada UAV itu pada akhir Agustus tahun ini, setelah perjanjian ditandatangani untuk membuat perusahaan patungan yang akan dimiliki bersama oleh UkrSpecExport Ukraina dan Baykar Turki.

Sebelumnya ada rencana untuk melengkapi drone dengan mesin RD-222 turbo-diesel yang dikembangkan oleh Tusas Engine Industries Turki, tetapi proyek itu kemudian disesuaikan untuk sistem propulsi buatan Ukraina. Pada bulan September 2019, Ukraina mengirim Turki mesin batch kedua untuk drone ini, UAWire melaporkan.

Ukraina mengatakan sebelumnya bahwa UAV baru akan dikembangkan mengingat pengalaman konflik bersenjata abad ke-21, dan akan ditujukan terutama untuk angkatan bersenjata Ukraina dan Turki.

Akinci tergolong drone “berat” kelas baru . UAV tersebut memiliki rentang sayap 20 m, dengan dua mesin turboprop AI-450. UAV dapat terbang pada ketinggian hingga 12.000 m, dan lama terbang di udara hingga 24 jam. Drone dapat mengangkut hingga 900 kg persenjataan secara eksternal pada enam hardpoint dan hingga 450kg peralatan di kompartemen internal badan pesawatnya. Senjatanya termasuk peluru kendali dan berbagai bom dan senjata presisi.

Baca Juga:  Pesawat Talon AU Amerika Jatuh, Pilot Tewas

Sumber : defenseworld.net, TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan