Aksi LVT-7 Marinir Tuai Pujian Dunia

 

thumb_577059_10004809102015_marinir_tniPeringatan HUT ke-70 TNI di Cilegon, Banten telah berlalu. Namun berbagai atraksi yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia dengan menggunakan berbagai alutsista terus menjadi perbincangan di kalangan dunia maya.

Salah satu atraksi yang membuat decak kagum para penonton adalah manuver tank marinir yang dianggap nekat dan gila. Seperti yang ditulis salah satu blog website luar negeri, yang mengkhususkan berita-berita terkait pasukan marinir dunia dan alutsistanya.

Dalam tulisannya, mereka menjuluki Marinir Indonesia ‘stupid crazy’ karena kendaraan amfibi marinir jenis LVTP-7 seberat hampir 30 ton dibawa terjun bebas ke laut dengan kecepatan tinggi. Stupid crazy di sini bisa dianalogikan sebagai ‘nekat dan gila’ bukan dalam arti ‘bodoh dan gila.’

Sesungguhnya atraksi terjun bebas ke laut bukanlah hal yang baru bagi Marinir Indonesia karena hal yang sama pernah pula dipertontonkan ketika peringatan HUT ke 69 TNI di Surabaya, dimana dua tank jenis LVTP yang dikemudikan Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir Kolonel Marinir Herkulanus Herry Sintarto dan Komandan Resimen Kavaleri-2 Marinir Kolonel Marinir Andi Rahmat terjun bebas dari Dermaga Ujung Surabaya dengan kecepatan yang tinggi.

Selain mahir dalam penggunaan alutsista, defile kontingen TNI AL yang dipimpin Kolonel Marinir Freddy John H Pardosi berhasil pula membawa pasukan Marinir keluar sebagai juara pertama dan pasukan dari Komando Armada Timur sebagai juara kedua dalam defile kontingen di HUT ke 70 TNI yang berlangsung di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, 5 Oktober yang lalu.


Atas semua keberhasilan tersebut, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi pun memberikan apresiasi dengan mengungkapkan rasa bangganya atas penampilan prajurit dan alutsista pada pelaksanaan HUT TNI di Banten dan daerah.

Ditegaskannya, tiada kata yang demikian populer dalam pelaksanaan HUT ke 70 TNI kecuali kata ‘Kami Memang Bukan yang Terbesar, Tetapi Mematikan’. Kata-kata itu yang akan diingat bangsa dan negara.


“Weldone dan Bravo Zulu teruskan ke prajurit di mana pun berada dan bertugas,” puji Kasal dengan bangga dalam keterangannya kepada redaksi

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan