Aksi Terorisme Di Selandia Baru Terkait Rendahnya Angka Kelahiran Kaum Kulit Putih

Aksi pembunuhan brutal dan keji di dua Masjid di Selandia Baru disiarkan secara langsung melalui Facebook dan WordPress oleh para pelaku. Dalam aksinya, seorang pelaku yang menggunakan inisial Brenton Tarrant menyebarkan manifesto terkait tujuan dari aksi ini.

Ada 74 halaman manifesto yang tertulis di laman blog wordpress.com yang sudah dihapus oleh pihak terkait.

“Ini adalah serangan teroris,” digunakan sebagai kalimat pembuka di blog tersebut.


Selanjutnya adalah poin-poin yang isinya menolak kehadiran para imigran di negaranya yang membawa budaya dan ajaran baru.

“Aksi ini ditujukan kepada para imigran yang menginvasi negeri ini. Bahwa negeri ini tidak akan pernah menjadi milik mereka, tanah air kami adalah milik kami. Selamanya milik kaum kulit putih, selama kami masih bernafas. Mereka (para imigran) tidak akan bisa menguasai tanah kami dan menggantikan kaum kami (kaum kulit putih),” tulis Tarrant.


Tarrant juga mengkriti rendahnya angka kelahiran di kaum kulit putih Selandia Baru. Sedangkan angka kelahiran bayi para imigran semakin tinggi. Jika dibiarkan, kaum kulit putih akan hilang dari Selandia Baru.

Orang bernama Tarrant ini juga mengakui bahwa dirinya adalah pengagum Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang selama masa kampanye nya ingin mengembalikan supremasi kaum kulit putih. Dia juga berharap agar sekat-sekat etnis dipertegas.

Sumber: washingtonpost.com

2 Komentar

  1. Padahal sejarah mencatat … diwilayah tersebut (australia dan selandia baru) kedatangan migrasi kulit putih yang menporakporandakan kehidupan bangsa asli setempat (aborigin dan maori)

Tinggalkan Balasan