AL Malaysia Memilih Kapal LPD Buatan PT PAL Indonesia

Bukan lagi rahasia betapa Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) sangat menginginkan kapal dukungan berbagai peran (MRSS) atau Landing Perform Dock (LPD) sebagai salah satu dari elemen transformasi militer 15 to 5 yang dianggap sebagai langkah efisien dalam memperkuat daya deterren dalam menjaga perairan negara.

Setelah beberapa negara termasuk Amerika Serikat (AS) dan China dikabarkan mencoba melobi Malaysia untuk membeli kapal mereka sebelum ini, belakangan ini, terdengar kabar mengatakan MRSS dihasilkan perusahaan negara tetangga, PT PAL Indonesia (Persero) yang menjadi pilihan.

Direktur Perencanaan Strategis Perusahaan PT PAL Indonesia Persero, Ir. Tjahjono Yudo ketika ditemui mengakui pihaknya sudah menjalin kerjasama bersama Boustead Naval Shipyard untuk meneliti spesifikasi kapal yang sesuai ditawarkan kepada TLDM.


“Sejauh ini saya belum bisa memberikan informasi lengkap tentang spesifikasi kapal yang ditawarkan. Namun umumnya MRSS yang kami tawarkan adalah kapal versi terbaru yang dikembangkan dari kapal pendarat (LPD), sama seperti kapal perang Republik Indonesia (KRI) Kota Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593.

“Angkatan Laut Filipina membuat dua pemesanan kapal ini dari kami dengan salah satunya sudah diserahkan pada Mei 2016 dan satu lagi bakal diselesaikan tahun ini. Saya percaya selaku negara bertetangga yang memiliki kondisi hampir sama, Malaysia juga sesuai memiliki kapal ini, “katanya kepada harian Utusan Malaysia.

Sementara itu, sumber internal TLDM menginformasikan, tim itu memang berniat mendapatkan kapal tersebut namun belum ada keputusan dibuat tentang.

Baca Juga:  Uni Emirat Arab Luncurkan Prototipe Pesawat B-250 di Dubai Airshow 2017

“Sejak KD Inderapura terbakar pada 2009, tugas-tugas logistik kebanyakannya diambil alih dua lagi kapal dalam kelas Multi Purpose Command Support Ship (MPCSS) yaitu KD Mahawangsa dan KD Sri Indera Sakti.

“Kedua-dua kapal itu tidak sebesar KD Inderapura dan bebanan tugas berlebihan juga menyebabkan kos penyelenggaraan serta baik pulih meningkat. Jadi, langkah untuk mendapatkan MRSS adalah pilihan terbaik,” katanya.


Selain itu, katanya, kapal tersebut sekiranya dimiliki mampu memberi imej lebih mesra kepada negara ini dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan.

“Adakalanya dalam menjalankan misi kemanusiaan, kita terpaksa menggunakan kapal-kapal perang. Jadi kalau kita menggunakan kapal pengangkut seperti ini, keadaannya akan menjadi lebih ‘molek’ dan mesra,” katanya.

sumber : www.utusan.com.my

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan