Alusista Canggih Buatan Indonesia yang Digunakan Militer Asing

Militer yang kuat adalah salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh sebuah negara, sebab hal itu berfungsi untuk menjaga keamanan wilayah khususnya di perbatasan dan juga untuk menangkal serangan musuh daru luar. Selain itu juga militer yang kuat akan menjadi sebuah nilai lebih di mata negara lain. Salah satu komponen yang bisa membuat militer menjadi kuat adalah kelengkapan dan juga kecanggihan alusista yang dimiliki.

Mungkin saat ini masih ada beberapa alusista yang merupakan pembelian dari luar negri, namun ternyata juga sudah banyak alusista buatan dalam negri sendiri yang ternyata juga sudah digunakan oleh pihak militer asing. Hal tersebut membuktikan bahwa kita sudah bisa membuat atau menghasilkan alusista yang canggih dan mampu bersaing dengan buatan negara lainnya. Nah kira-kira apa saja alusista buatan Indonesia yang sudah digunakan oleh militer asing?

Peluru Buatan PT Pindad yang digunakan Singapura hingga As
Selama ini PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) adalah pemasok kebutuhan peluru dari TNI-Polri. Peluru buatan Pindad ini berkaliber 5,56 mm, 7,62 mm dan juga 9 mm. Selain memenuhi kebutuhan TNI, Pindad juga mengekspor peluru buatanya ke negara-negara seperti Singapura, Filipina, Bangladesh, hingga Amerika Serikat. Peluru buatan Pindad tersebut bukan produk sembarangan karena telah melalui uji kelayakan badan internasional. Dan juga sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari SGS Yearsly International Certificationa Services Ltd, Inggris pada tahun 1994.


Panser Anoa diekspro ke Oman dan Malaysia
Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT Pindad adalah Panser Anoa dengan berbagai tipe. Panser ini sudah dipesan oleh TNI untuk memenuhi kebutuhan alusistanya. Namun tidak hanya TNI saja yang memesannya, karena panser ini juga sudah dipesan oleh Kerajaan Oman dan juga Malaysua yang sudah memesan 32 unit panser Anoa. Panser yang menggunakan mesin Renault ini memang sudah teruji di negara-negara gurun, seperti Libanon saat digunakan oleh pasukan perdamaian PBB.
Kualitas Panser Anoa ini sudah sesuai dengan standar NATO pada level II atau level yang tingkat ketahannya terhadap serangan sudah lebih baik dari level II yang diproduksi oleh cina dan India.

Senapan Pindad yang dipesan Thailand hingga Negara-Negara Afrika
Selain Panser, Pindad juga menghasilkan banyak senjata yang sudah dipesan oleh beberapa negara luat. Pindad mampu memproduksi berbagai jenis senjata seperti:

Senapan serbu (SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3. SS1-V5)
Sniper (SPR-1) pistol (P-1, P-2)
Revolver (R1-V1, R-1-V2, RG-1 (tipe A), RG-1 (tipe C)
Senapan sabhara (sabhara V1 dan sabhara V2)
Senjata penjaga hutan
Magnum
Peluncur Granat
Pelindung Tubuh

Produk-produk tersebut sudah banyak sipesan oleh negara-negara luar negeri. Seperti sebuah jaringan supermarket khusus olahraga berburu, camping dan memancing yang bernama Cabelas yang merupakan salah satu pembeli terbesar PT Pindad. Sedangkan senapan jenis serbu merupakan senjata langganan negara-negara afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan juga Nigeria. Thailand dan Singapura juga sering memesan senjata tersebut.


Fast Patrol Boat dibeli Timor Leste
Tidak hanya PT Pindad saja yang sudah mampu membuat alusista canggih, namun PT PAL juga sudah berhasil membuat alusista berupa kapal perang jenis patroli cepat (Fast Patrol Boat). Dan kapal tersebut sudah dibeli oleh negara Timor Leste. Konstruksi lambung dan juga anjungan kapal dibuat dari alumunium yang mampu menahan gelombang tinggi dan lincah saat bermanuver. Kapal ini mampu melanju dengan kecepatan 30 knot, walaupun saat official trial bisa mencapai 33 knot. Kapal ini juga dilengkapi Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistem navigasi dan komunikasi seperti echo sounder, speed log dan GPS ke dalam peta elektronik.

Kepala Roket Smoke Warhead diekspor ke Cili
Setelah PT Pindad dan PT PAL, kali ini ada PT Sari Bahari yang ternyata sudah membuat alusista berupa roket jenis Smoke warhead yang sudah dipesan oleh Cile. Kualitas smoke warhead buatan PT Sari Bahari ini diakui mengalahkan produk serupa buatan sejumlah negara maju, seperti Amerika dan Rusia. Smoke Warhead merupakan kepala roket dengan diameter 70 mm dan cocok untuk dipasangkan dengan roket pasangan pesawat Super Tucano. Smoke warhead dapat memberikan informasi kepada pilot sola posisi jatuh roket dengan cara mengeluarkan asap selama dua menit saat roket jatuh ke tanah.

Advertisements

1 Komentar

  1. kemajuan timik timik lumayan buat memperpanjang asa, bersyukur namun warga negara yang punya kemampuan rancang bangun alat canggih banyak yang di tendang ke luar atau du tampung negara lain, ke sadaran untuk tidak sombong disekitar raksasa alias mawas diri harus dipertebal

Tinggalkan Balasan