Ambisi Jadi Negara Adidaya, India Tambah 6 Kapal Selam dan 56 Kapal Perang

India berencana menambah 56 kapal perang dan enam kapal selam sebagai bagian dari upaya memperkuat armada angkatan lautnya.

Hal tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi ekspansi China di wilayah perairannya. Demikian menurut laporan dari media India.

Dilaporkan Economic Times of India, Senin (3/12/2018), Angkatan Laut India ingin memperkuat kemampuan pertahanannya.


Penambahan kapal perang baru tersebut sebagai bagian dari rencana jangka 10 tahun yang mencakup pembangunan kapal induk ketiga India.

Angkatan Laut India saat ini memiliki 140 kapal perang dan 220 pesawat tempur. Ditambah lagi dengan 30 kapal yang sedang dalam proses pembangunan.


Disampaikan Kepala Angkatan Laut India, Laksamana Sunil Lanba, tambahan persenjataan baru ini akan dapat melayani peran-peran yang berbeda di perairan sekitar India.

” Kapal selam berfungsi untuk ‘pertahanan laut’, sementara kapal induk adalah untuk kontrol laut. Grup tempur kapal induk akan meningkatkan peran angkatan laut di wilayah Samudera Hindia,” kata Lanba.

Ditambahkan Lanba, India memiliki keuntungan atau seimbang atas angkatan laut China di Samudera Hindia, namun Beijing lebih unggul di Laut China Selatan.

Selain penambahan armada kapal tempurnya, India juga telah membuat kemajuan dalam tiga proyek helikopter dan kapal selam barunya.

Kapal selam kelas Scorpene kedua, yang diberi nama Khanderi, kini sedang dipersiapkan untuk uji coba, setelah unit pertama, INS Kalvari, telah resmi diluncurkan pada Desember tahun lalu.

Baca Juga:  Serangan Balasan, Amerika Hancurkan 3 Lokasi Radar Milik Houthi Yaman

Angkatan Laut India telah aktif menggelar latihan dengan 20 negara mitra sepanjang tahun 2018 ini untuk meningkatkan kemampuan kerja sama operasi.

India telah membangun kemitraan maritim dengan negara-negara di Samudera Hindia seperti Maladewa dengan patroli EEZ, serta sedang bernegosiasi untuk membangun pangkalan angkatan laut di Pulau Assumption di Seychelles.

“Di Maladewa, terdapat pemerintahan yang menguntungkan India. Kami menggelar patroli EEZ dengan mereka. Kami masih melanjutkannya dan akan berdiskusi untuk semua hal, tidak hanya di maritim,” ujar Lanba.

Sumber: kompas.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan