Amerika Akan Serahkan Pangkalan Militernya di Suriah Kepada Rusia

Militer Amerika Serikat dikabarkan akan menyerahkan pangkalan militernya di Suriah kepada Rusia. Penyerahan ini akan  semakin mempersulit posisi kaum pomberontak yang disokong oleh AS.

Pembicaraan penyerahan pangkalan militer ini telah dilakukan oleh tiga pihak, yaitu Rusia, AS dan Yordania. Pangkalan militer pertama yang akan diserahkan adalah AL-Tanif, yang lokasi berada di perbatasan Suriah-Yordania dan Irak.

Kabar ini diwartakan situs majalah ternama Newsweek, Kamis (31/5/2018). Situs berita Al Masdar News juga merilis info serupa. Jika skenario ini benar, perubahan signifikan akan terjadi di Suriah.

AS sendiri dibawah pemerintahan Donal Trump telah banyak mengeluh tentang kerugian yang ditanggung dalam misi di Suriah ini. Trump bahkan mendorong negara Arab lainya yang pro pemberontak untuk mengirim sendiri pasukan militernya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Qatar.

Pengamat politik keamanan Ghassan Kadi sebelumnya telah memperingatkan cepat atau lambat pasukan AS harus hengkang dari Suriah.

Jika tidak, mereka akan menghadapi konfrontasi langsung dengan pasukan Suriah dan gerilyawan yang membela kedaulatan negaranya.


Informasi ini awalnya dilansir koran Arab Saudi, Asharq Al-Awsat, sesudah muncul pernyataan menarik Deputi Menlu Rusia Mikhail Bogdanov.

Bogdanov menyebutkan, Moskow mendukung ide pembicaraan tiga pihak bersama partner mereka. Pernyataan itu merujuk posisi AS dan Yordania.

Yordania adalah mitra setia AS di Timur Tengah, dan selama ini Amman menunjukkan sikap berseberangan dengan Presiden Bashar Assad.

Baca Juga:  Kapal Korvet Siluman Korea Utara Tertangkap Kamera

Eskalasi konflik di selatan Damaskus, dekat perbatasan Suriah-Yordania meningkat tajam. Pasukan Suriah dalam jarak sangat dekat dengan kelompok militan dan pemberontak di sekitar Al Tanif.


Karena itu, pembicaraan tiga pihak satu di antaranya akan mendiskusikan penarikan mundur semua elemen militer dan nonmiliter Suriah ada jarak 15 mi l dari perbatasan Yordania.

Sedangkan kelompok militan bersenjata dan pemberontak Suriah akan dipindahkan dari wilayah itu ke Provinsi Idlib.

Gerbang perbatasan Suriah-Yordan kemudian akan dibuka. Sebagai imbalannya, militer AS akan menghapuskan keberadaan pangkalan militer Al Tanif, dan meninggalkannya.

Sejak lama Rusia mengendus dan menyebut AS menggunakan pangkalan tersebut untuk melatih milisi pemberontak Suriah.

Sumber: tribunnews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan