Amerika Akui Ketakutan Dengan Rudal Jelajah Terbaru Rusia

Militer Amerika Serikat (AS) mengungkapkan rasa takutnya terhadap rudal jelajah generasi baru Rusia. Reaksi itu disampaikan Kepala Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) Lori Robinson kepada Senat AS.

”Rusia telah memprioritaskan pengembangan rudal jelajah yang maju, yang mampu memegang target di Amerika Utara dengan risiko dari jarak yang sebelumnya tidak terlihat,” kata Robinson di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat AS pada Kamis, 15 Februari 2018.

“Sistem itu menghadirkan ancaman yang semakin meningkat terhadap Amerika Utara karena jangkauan jarak jauhnya dan penampang radar yang rendah, serta indikasi dan peringatan yang terbatas yang mungkin akan terlihat sebelum peluncuran tempur,” ujar Robinson.


Menurut Robinson kemungkinan serangan rudal jelajah Rusia terhadap AS saat ini rendah. Ada kebutuhan untuk berinvestasi pada sensor canggih dan sistem senjata defensif jika AS ingin melindungi aset vitalnya.

”Rentang rudal yang meningkat secara signifikan ini telah mengurangi indikasi dan peringatan yang mungkin akan kita dapatkan sebelum peluncuran tempur dan penampang radar rendah mereka mengharuskan NORAD untuk menyesuaikan taktik, teknik dan prosedur baru untuk melawannya,” imbuh Robinson.

“AS harus terus berinvestasi dan berinovasi untuk tetap berada di depan ancaman yang muncul ini,” katanya sambil berterima kasih kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat karena mendanai sistem sensor Active Electronically Scanned Array secara keseluruhan, seperti dikutip Sputnik, Jumat (16/2/2018).

Baca Juga:  Buntut Tenggelamnya Dermaga, Ini Daftar Kerusakan Kapal Induk Rusia

Proyek anggaran baru 2019 di AS mencakup pengeluaran militer sebesar USD6,3 miliar yang secara khusus untuk menghadapi Rusia di Eropa. Anggaran 2018 mengalokasikan USD4,6 miliar untuk tujuan yang sama. (sindonews)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan