Amerika Buktikan Houti Yang Meluncurkan Rudal ke Kapal Perang USS Mason

Militer Amerika Serikat (AS) merilis bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pemberontak Houti adalah pihak yang melancarkan serangan terhadap kapal perang AS. Pada Minggu (9/10) lalu di perairan Internasional Laut Merah.

Penyelidikan terus dilakukan oleh Pentagon markas militer AS. Berdasarkan penyelidikan sampai saat ini, bahwa pemberontak Houti menggunakan perahu kecil untuk membantu mengarahkan rudal ke dua kapal perang AS.

Dua rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai Houti, dua rudal itu tidak ada yang mengenai dua kapal perang AS, yaitu USS Mason (DDG-87) dan USS Ponce (LPD-15), jatuh ke laut sebelum dihantam sistem pertahanan anti rudal.


AS juga menyelidiki kemungkinan adanya stasiun radar milik pemerintah yang direbut dan di bawah kontrol Houti di Yaman. Dengan adanya Stasiun radar bisa membantu Houti mencegat sasaran dan menentukan koordinat serangan dengan pas.

Kantor berita reuters menulis, insiden tersebut bisa memicu AS untuk melancarkan serangan militer terhadap Houti.

Pihak Houti telah membantah terlibat dalam serangan tersebut. Mereka telah menunjuk seorang diplomat senior untuk jadi juru bicara resmi.

Namun bukti-bukti yang dikemukakan penyidik AS mengarah kepada adanya keterlibatan Houti. Militer AS bahkan mengisyaratkan kemungkinan persiapan untuk melakukan serangan balasan.


“Siapapun yang melakukan aksi menyerang angkatan laut AS yang sedang beroperasi di perairan internasional, akan menanggung resikonya,” ujar Juru Bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis.

Baca Juga:  Amerika Akan Serahkan Pangkalan Militernya di Suriah Kepada Rusia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan