Amerika dan Rusia Bekerja Sama Dukung Assad di Syiria, Turki Meradang

Angin politik Amerika mulai berubah arah dalam konflik Syiria. Jika selama ini pro pemberontak oposisi dan mematok harga mati untuk lengsernya Presiden Syiria Bashar Al-Assad. Kali ini mulai melunak dan siap bekerja sama membasmi pemberontak.

Dalam pertemuan di Jenewa, Swiss. Amerika Serikat dan Rusia sepakat untuk memilih jalur damai dalam mengatasi konflik berkepanjangan di Suriah, Sabtu, dengan menetapkan gencatan senjata nasional yang berlaku efektif Senin pagi.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, kedua belah pihak telah membuat lima dokumen kesepakatan untuk melawan terorisme dan menghidupkan kembali gencatan senjata yang sempat gagal di Suriah.

Gencatan senjata itu akan dimanfaatkan untuk memperluas akses bantuan kemanusiaan kepada korban warga sipil sekaligus serangan bersama kepada kelompok-kelompok islamis militan terlarang.

Rusia dan AS akan memulai persiapan tujuh hari kerja untuk membentuk sebuah ‘pusat implementasi bersama,’ termasuk berbagi informasi untuk menggambarkan mana daerah yang dikuasai Nusra dan mana yang dikuasasi oposisi.

Yang jadi masalah sekarang adalah Turki. Negara yang ekonomi-nya terus melejit karena limpahan minyak murah meriah dari medan perang Syiria, apakah rela begitu saja jika “sumber rejekinya” tiba-tiba padam.

Dari gelagatnya Turki mulai memainkan trik licik dengan menyerang milisi Kurdi di wilayah Syiria. Padahal selama ini aliansi Turki – Oposisi dan Milisi Kurdi bahu membahu memerangi ISIS di Syiria.

Baca Juga:  AS Punya Strategi Baru Untuk Lawan China di Laut China Selatan

Turki sendiri saat ini sebenarnya menjadi anak manis yang jadi rebutan antara Rusia dan Amerika Serikat. Tapi sepertinya kedua negara itu lebih memilih mengebiri si anak manis itu daripada jadi kutu dalam selimut.

Syiria yang kembali aman dan damai lebih baik daripada Turki yang terus menguat dan nakal karena menjadi konflik di Syiria sebagai ladang rejeki nomplok.

“Hari ini, atas nama presiden dan negara kami demi semua pemangku kepentingan Suriah untuk mendukung rancangan yang sudah disepakati oleh Amerika Serikat dan Rusia, guna mengakhiri konflik ini secepat mungkin,” kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan