Amerika Gelar Latihan Militer Bersama Di Taiwan

Menurut berita yang diterbitkan oleh situs surat kabar Taiwan, pada 9 November 2020, Marinir Amerika Serikat dikerahkan selama empat minggu di Taiwan untuk memulai latihan bersama pasukan Taiwan. Untuk pertama kalinya sejak AS dan Taiwan memutuskan hubungan bilateral pada 1979, pasukan AS dikerahkan ke Taiwan.

Menyusul pengesahan Undang-Undang Perjalanan Taiwan oleh Kongres AS pada 16 Maret 2018, hubungan antara Amerika Serikat dan Taiwan sejak itu bergerak kearah yang lebih resmi dan tingkatan yang lebih tinggi.

Kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian konsuler yang meresmikan hubungan konsuler mereka selama ini pada 13 September 2019. Pada 26 Maret 2020, Presiden Trump menandatangani Undang-Undang TAIPEI, yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan hubungan AS dengan Taiwan dan mendorong negara lain dan organisasi internasional untuk memperkuat hubungan resmi dan tidak resmi mereka dengan negara pulau tersebut.

Mengutip situs berita Taiwan, pasukan operasi khusus Marinir AS, Marine Raiders, mulai melatih Marinir Taiwan dalam operasi assault boat dan speedboat infiltration di Pangkalan Angkatan Laut Taiwan Tsoying di Kaohsiung.

Amerika Serikat terus memperkuat hubungan mereka dengan Taiwan, setelah pengumuman penjualan peralatan militer kepada Angkatan Bersenjata Taiwan. Pada Oktober 2020, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengumumkan kemungkinan foreign military sale (FMS) ke Taiwan yang mencakup drone, rudal, sistem peluncur roket, dan banyak lagi.

Baca Juga:  Korea Selatan Kembangkan Pesawat Golden Eagle FA-50 Terbaru

Kementerian Pertahanan Taiwan menunjukkan bahwa Amerika Serikat terus memasok dan menjual senjata pertahanan berdasarkan “Undang-Undang Hubungan Taiwan” dan “Enam Jaminan”, sebagai kelanjutan dari dua penjualan senjata sebelumnya ke Taiwan yang terdiri dari empat senjata dan peralatan yang diperlukan. Dengan penjualan senjata seperti itu, AS akan meningkatkan pengawasan dan pengintaian bersama Taiwan, memperkuat kemampuan pertahanan secara keseluruhan, dan memastikan perdamaian dan stabilitas di sekitar wilayah Selat Taiwan.

Menurut informasi yang diterbitkan oleh situs “Taiwan News” pada September 2020, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan tentara di Taiwan sebagai deterens terhadap serangan oleh pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok.

Sumber : armyrecognition.com via TSM Angga Saja

1 Trackback / Pingback

  1. Koramil 19 Sipahutar laksanakan patroli ke pasar Sipahutar – Berita terbaru

Tinggalkan Balasan