Amerika Ingin Kirim Kapal Perang USS Zumwalt Untuk Menekan Kim Jong Un

Komando Pasifik Militer Amerika Serikat (AS) berencana mengirim kapal perang terbesar dan tercanggih serta penuh masalah dan kontroversi, USS Zumwalt, ke perairan Korea Selatan. Tujuannya untuk menakuti pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un yang berulang kali mengancam akan menyerang AS dan Korea Selatan dengan senjata nuklir.

Kapal USS Zumwalt tercatat sebagai kapal perang dengan biaya pembangunan termahal yakni mencapai USD4,5 miliar.

Karena sudah memakan banyak dana, Zumwalt batal memakai meriam canggih Long Range Land-Attack Projectile (LRLAP) produksi Lockheed Martin yang bisa menembakkan roket sejauh 80 mil (40Km). Alasan utama karena biaya operasional meriam tersebut yang telalu mahal, yakni USD 800 ribu atau sekitar Rp10,4 miliar untuk sekali tembakan.

Kapal perang raksasa AS ini juga diklaim sebagai kapal perang futuristik karena menggunakan sistem elektromagnet untuk menembakkan senjata pada kecepatan hingga 5300mph.

Pada awal Desember 2016, USS Zumwalt mogok dan harus ditarik kembali karena masalah mesin yang muncul saat ia sedang menyeberangi Terusan Panama. Masalah itu muncul saat kapal berlayar menuju pelabuhan yang akan menjadi markasnya di San Diego, untuk bergabung dengan Armada Ketiga AS, yang bertanggung jawab atas wilayah Samudra Pasifik.

Rencana pengiriman kapal perang USS Zumwalt ke lepas pantai Korea Selatan itu disampaikan pejabat Komando Pasifik AS Laksamana Harry B Harris Jr saat pertemuan dengan para pejabat militer Korea Selatan di Hawaii.

Baca Juga:  Sukhoi Su-27 Rusia Sergap Pesawat Mata-mata Amerika P-8, Pentagon Marah

Harris menyatakan, kapal perang raksasa itu bisa dikirim ke Korea Selatan untuk menghalangi agresi dari rezim Korut.


Militer Korea Selatan menyambut baik rencana militer AS itu. Menurut militer Korea Selatan, pengiriman kapal perang USS Zumwalt menjadi salah satu opsi terbaik untuk melawan ancaman serangan nuklir dari rezim Kim Jong-un.

”Jika AS secara resmi membuat saran seperti itu, kami akan memberikan pertimbangan serius,” kata juru bicara pertahanan Korea Selatan, Moon Sang-Gyun, seperti dikutip Daily Star, Senin (6/2/2017).

Nama kapal yang diklaim sulit terdekteksi radar ini diambil dari tokoh legendaris Angkatan Laut AS, Zumwalt, yang aktif selama konflik Korea dan Vietnam.


sumber :sindonews.com

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan