Amerika Kembangkan Drone Siluman Seukuran Pesawat Tempur

Tim proyek khusus di Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) sedang mengerjakan drone siluman yang berukuran sebesar pesawat jet tempur. Fungsinya untuk mengatasi sistem rudal surface-to-air (permukaan ke udara) musuh.

Drone yang menjadi senjata state-of-the-art ini akan didukung oleh dua mesin turbojet General Electric J85.

Kendaraan udara nirawak siluman ini akan memiliki panjang 40 kaki dengan lebar sayap 24 kaki. Kendaraan ini diperkirakan akan melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2019 untuk melihat apakah siap untuk layanan aktif atau belum.

Jika berhasil, desain drone itu bisa dibeli oleh Departemen Pertahanan atau memasuki fase prototipe.

“Sejauh yang kami tahu, ini adalah drone target pertama yang ‘siluman’,” kata Thomas McLaughlin, direktur Pusat Penelitian Aeronautika Akademi Angkatan Udara (ARC), seperti dikutip Popular Mechanics, Jumat (14/12/2018).

Selain kadet Angkatan Udara, tim proyek ARC termasuk kru fakultas, pemerintah, dan spesialis industri. Mereka saat ini sedang menguji desain unik pesawat tak berawak di terowongan angin akademi, termasuk mencoba membuatnya mundur dan berhenti.

Awal bulan ini, seorang komandan Taliban terbunuh di Afghanistan oleh serangan pesawat tak berawak AS. Mullah Abdul Manan Akhund tewas bersama 29 orang lainnya di distrik Nawzad.

Pasukan Khusus AS dan Afganistan melancarkan serangan itu, dan menggolongkan kematiannya sebagai sebuah keberhasilan besar.

Akhund adalah “gubernur” Taliban dan panglima militer kelompok itu untuk provinsi Helmand selatan.

Baca Juga:  Singgah Di Hongkong, Kapal Induk USS Bikin Sinyal HP dan Internet Blank

“Dia adalah komandan Taliban paling senior di selatan dan kematiannya akan memiliki dampak menyeluruh terhadap keamanan,” kata seorang pejabat keamanan di Kabul.

Taliban mengatakan itu kematian Akhund merupakan kerugian besar bagi kelompok tersebut. Namun, Taliban bersumpah tidak akan menghentikan serangannya sampai mendapatkan lagi kendali atas Afghanistan.

“Abdul Manan Akhand, adalah komandan militer yang kuat dan berani yang membersihkan 95 persen Helmand dari para penyerbu Amerika dan budak-budak mereka,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Serangan yang menyebabkan kematian Akhund ini terjadi ketika pasukan keamanan yang didukung Barat telah meningkatkan tekanan untuk mendorong Taliban terlibat dalam pembicaraan damai.

Pemerintah Afghanistan dan Taliban sedang berusaha menemukan penyelesaian damai untuk mengakhiri perang 17 tahun di negara itu.


Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan