Amerika Mundur Dari Perjanjian Rudal Nuklir Dengan Rusia

Setelah mengumumkan intent to withdraw pada tanggal 2 Februari 2019 lalu, US akhirnya mengundurkan diri dari INF (Intermediate Range Nuclear Forces) Treaty dengan Rusia.

Perjanjian INF yang ditandatangani di bulan Desember 1987 antara Presiden Ronald Reagan dan General Secretary Mikhail Gorbachev ini membatasi pengembangan senjata rudal nuklir yang dilakukan US maupun Soviet/Rusia. Kedua negara tidak diperbolehkan mengembangkan ground-launched missile short-range hingga intermediate-range dengan warhead konvensional maupun nuklir.

US mengundurkan diri dari perjanjian ini karena Rusia melanggar perjanjian dengan mengembangkan intermediate-range cruise missile. Misil yang dimaksud adalah SSC-8, yang kemudian keberadaannya diungkapkan oleh Rusia setelah disembunyikan sekian lama, sebagai misil 9M729. Setelah US mengumumkan intent to withdraw masih ada waktu 6 bulan bagi Rusia untuk kembali menaati INF, namun hal ini tidak dilakukan sehingga US secara efektif mengundurkan diri pada tanggal 2 Agustus 2019.


Dengan mundurnya US dari perjanjian INF, US DoD bebas untuk mengembangkan misil INF-range yang sebelumnya terlarang. Tahun 2017, DoD sempat mengeksplor riset dan pengembangan awal untuk senjata-senjata INF tanpa melanggar perjanjian. Namun sekarang DoD akan melakukan pengembangan secara seluruhnya.


Sumber: defence.gov, Hex Lighting Ii chan

Baca Juga:  Malaysia Upgrade Sistem Komunikasi Kapal Frigat

1 Komentar

  1. kita harus ikutan neh batalin perjanjian…mungkin mulai kembangkan kembali program nuklir militer yang sempat tertunda sengaknya icbm jarak menengah harus ada…xixixixixiii…..pasti kita dikeroyok dengan negara penguasa tehnologi tersebut…!!!

Tinggalkan Balasan