Amerika Rahasiakan Laporan Serangan Udara Ke Afghanistan Selama Proses Perdamaian Dengan Taliban

Amerika Serikat telah menghentikan rilis publik tentang serangan udara di Afghanistan setelah lebih dari satu dekade. Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR) mengatakan bahwa angka-angka itu jika dirilis ke publik bisa mempengaruhi proses perdamaian yang sedang berlangsung di negara itu.

Saat ini, pemerintah AS dengan Taliban sedang melanjutkan proses pembicaraan damai.
“Serangan yang diprakarsai musuh [dan tanggapan AS terhadap mereka] sekarang menjadi bagian penting dari diskusi negosiasi politik yang sedang berlangsung antara AS dan Taliban,” kata SIGAR dalam rilis presnya.

Namun Departemen Pertahanan di Pentagon menambahkan bahwa data tersebut dapat kembali dirilis ke publik setelah proses musyawarah perdamaian berakhir.

Sejak 2009 AFCENT telah merilis Statistik Kekuatan Udara CFACC setiap bulan. Statistik terdiri dari rilis senjata untuk semua pesawat AS berawak dan tak berawak serta koalisi (meskipun bukan Angkatan Udara Afghanistan) yang terbang di wilayah operasi Afghanistan di bawah kendali CFACC.

Jejak angka-angka ini sebagian besar telah mengikuti jalannya konflik yang lebih luas, naik dan turun sesuai situasi keamanan memburuk dan membaik.

Dengan operasi tempur AS dan koalisi di Afghanistan secara resmi berakhir pada Desember 2014, jumlah serangan udara yang dikendalikan CFACC turun dari 2.365 untuk tahun itu menjadi hanya 947 pada 2015 (angka terendah yang tercatat sejak 2009).

Baca Juga:  Sistem Infrared Search & Track F18 Super Hornet

Jumlah serangan udara mulai dengan cepat naik lagi pada tahun 2016 dengan jumlah tercatat mencapai 1.337 serangan, dan naik lagi pada tahun 2017 dengan 4.361. Tahun berikutnya meningkat lagi pada tahun 2018 dengan 7.362, lalu pada tahun 2019 dengan 7.423 misi diterbangkan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan