Amerika: Rusia Tak Melawan ISIS Di Suriah

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Kepala Pentagon Ashton Carter meremehkan peran Rusia dalam perang melawan kelompok ISIS di Suriah. Carter mengklaim AS dan koalisinya beperang melawan ISIS sendirian, sedangkan Rusia bertindak “hampir nol” di Suriah.

”Mereka (Rusia) tidak melakukan apa-apa,” ucap Carter dalam wawancara di program “Meet the Press” stasiun televisi NBC. ”Mereka datang, mereka mengatakan bahwa mereka akan melawan ISIS, dan mereka mengatakan mereka akan membantu dalam perang saudara di Suriah,” lanjut Carter.

“Mereka (Rusia) tidak melakukan salah satu dari hal-hal tersebut. Sebagai konsekuensi, tentu saja kami melawan ISIS sendiri,” ujarnya, yang dikutip Senin (9/1/2017). ”Moskow mencapai ‘hampir nol’ di Suriah.”

Carter lantas untuk memuji peran koalisi yang dipimpin AS dalam upaya membebaskan Kota Mosul, Irak, sejak pertengahan Oktober 2016. Menurutnya kampanye serangan AS akan sesuai dengan rencana.

Tapi, faktanya kontras dengan proyeksi awal dan laporan media-media AS bahwa kota terbesar kedua Irak itu akan dibebaskan dalam waktu yang bersamaan dengan pemilu AS, yaitu November 2016.

Tak hanya meremehkan peran Rusia dalam perang melawan ISIS di Suriah, Carter juga mengkritik keterlibatan Rusia dalam perang sipil di Suriah yang menjadi “lebih keras”.

Menurutnya, Rusia intervensi dalam perang sipil Suriah karena Moskow gagal untuk menyelaraskan tujuannya dengan Washington untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan beralih “meminggirkan” Assad secara halus dan memediasi oposisi dengan rezim pemerintah Suriah.

Rusia sendiri selama ini mengklaim tidak pernah berniat menggulingkan Assad, terlebih presiden Suriah itu merupakan sekutu utama Kremlin. Moskow selalu menegaskan bahwa masa depan Suriah harus terserah rakyat Suriah tanpa intervensi negara asing, termasuk AS. 

Sumber: sindonews.com 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan