Amerika Serikat Akui Tertinggal Dalam Perlombaan Rudal Hipersonik

Ilustrasi Rudal Zircon Rusia yang disiapkan meluncur pada 2020. Foto: russ.ru

Hasil penelitian terbaru dari Angkatan Udara Amerika Serikat sangat mengejutkan, AS saat ini sedang tertinggal dari Cina dan Rusia dalam hal rudal hipersonik. Baik untuk kemampuan bertahan maupun menyerang.

“Cina dan Rusia sudah melakukan uji-terbang senjata hipersonik kecepatan tinggi yang bisa mengancam manuver pasukan dan ancaman bagi wilayah AS”, demikian menurut ringkasan dalam laporan tersebut.

“Senjata-senjata ini beraksi mengandalkan kecepatan tinggi / hipersonik dan terbang tinggi di langit, dengan kemampuanya itu rudal hipersonik bisa menghindari sistem pertahanan rudal dan berbagai senjata pemburu rudal”.

Rudal hipersonik adalah sebuah senjata kecepatan ultra-tinggi yang berjalan di sepanjang tepi atmosfer bumi dengan kecepatan di atas 5 Mach, atau lima kali kecepatan suara. Rudal ini juga bisa bermanuver untuk menghindari semua sistem pertahanan rudal yang saat ini dikembangkan untuk melumpuhkan rudal balistik saat masih di udara.

wp-image-427598035jpg.jpg

Ini adalah penelitian pertama militer AS yang membunyikan alarm tentang perlombaan senjata secara diam-diam dan berlangsung selama beberapa tahun ini untuk mengembangkan rudal hipersonik bagi senjata nuklir strategis dan sistem rudal konvensional.


Mark J. Lewis, ketua panel yang menghasilkan laporan tersebut, mengatakan bahwa sebagai akibat dari rudal hipersonik baru dari Rusia dan China “Amerika Serikat mungkin akan menghadapi ancaman dari senjata kelas baru yang efektif yang merupakan gabungan antara kecepatan, manuver, dan ketinggian yang cara kerja sistemnya sangat antisipatif terhadap filosofi dasar sistem pertahanan udara AS.”

Baca Juga:  Komando Asia Pasifik Amerika Serikat Berganti Nama

“Penyerangan dan pertahanan adalah dua sisi dari mata uang yang sama; seperti pada saat Perang Dingin, satu-satunya penggentar saat ini terhadap lawan adalah penggunaan senjata hipersonik,” menurut Lewis dalam ringkasannya.


(Sumber: Defense Aerospace)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan