Amerika Serikat Segera Buka Pangkalan Militer di India

Peta militer di Asia Selatan bakal segera berubah drastis. Di tengah ketegangan Pentagon dengan Pakistan, India mencoba merayu Amerika untuk mau membangun pangkalan militer di tanahnya. Sebuah eskalasi politik yang sepertinya cepat berubah.

Pakistan saat ini sedang menjalin hubungan sangat erat China, beberapa proyek pesawat tempur dan rudal dikerjakan bersama oleh kedua negara. Salah satu yang ditakuti oleh India jet tempur berkode JF-17B.

Sebagai bentuk rayuan pada Amerika Serikat (AS), India memboyong F-16 Viper membatalkan kontrak pembelian Rafale pada Prancis. Sebagai bentuk kasmaran, AS bahkan dengan sukarela merakit semua pesanan F-16 Viper di India. AS juga menggandeng India untuk memproduksi rudal anti tank, Javelin.


29 Agustus 2016, sputniknews.com, merilis berita bahwa India dan AS sedang membahasa draft perjanjian (Logistics Exchange Memorandum of Agreement (LEMOA)) untuk penggunaan pangkalan militer bersama di tanah Hindustani. Draft MoU itu dibahas langsung oleh Menteri Pertahanan India, Manohar Parrikar di Washington.

MoU tersebut mengundang banyak kritik dari pemerhati militer di India,

“Implikasinya akan jauh lebih besar karena kami memberikan akses lebih banyak kepada Amerika Serikat, sedangkan akses kita (India) lebih sedikit. Ini benar-benar menempatkan kami dalam posisi yang sangat rentan karena kita sedang menghadapi aliansi dua musuh (China & Pakistan dalam kasus ini),” kata seorang analis politik senior India, Nilanjan Mukhopadhya.

Nagh situasi panas di Asia Selatan ini, tinggal menunggu posisi Rusia pada pihak mana. Memilih Pakistan-China atau India-Amerika. Bisa jadi perang dunia ketiga akan berlokasi di Asia Selatan. Mengingat sengitnya permusuhan India pada Pakistan dan China. India sendiri juga mulai turut campur di konflik Laut China Selatan dengan secara terang berpihak pada Vietnam.

Baca juga:

Beri Pinjaman 500 Juta, India Makin Akrab Dengan Vietnam …

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan