Amerika Siap Serang Suriah Jika PBB Tidak Menghukum Suriah

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley memberi peringatan selama pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas serangan gas kimia beracun di Suriah yang diprakarsai oleh Perancis dan Inggris.

Amerika Serikat memberi peringatan  bahwa mereka siap mengambil tindakan sepihak jika PBB gagal untuk menanggapi serangan kimia di provinsi Idlib Suriah yang menewaskan ratusan orang.

“Ketika PBB secara konsisten gagal dalam tugasnya untuk bertindak secara kolektif, ada saat-saat dalam negara dimana kita dipaksa untuk mengambil tindakan kita sendiri,” katanya pada pertemuan tanpa memberikan penjelasan seperti apa tindakan yang akan diambil.

Haley mengecam Rusia karena gagal mengendalikan sekutu Suriah nya, dengan berdiri di ruang dewan sambil membawa foto-foto korban – menunjukkan seorang anak tergeletak tak bernyawa, dengan penutup di wajah.

“Berapa banyak lagi anak-anak harus mati menunggu Rusia peduli?” tanya Haley.

“Jika Rusia memiliki pengaruh di Suriah seperti yang mereka klaim, kita perlu melihat apakah mereka akan menggunakannya,” katanya.

“Kita perlu melihat mereka mengakhiri perbuatan mengerikan ini,” tambahnya.

Rancangan resolusi

AS, Inggris dan Perancis menyajikan rancangan resolusi, menuntut penyelidikan penuh dari serangan itu, namun Rusia siap memveto menggagalkan resolusi tersebut.


Dalam resolusi yang dirancang, menyerukan rezim Suriah untuk “bekerja sama sepenuhnya” dengan misi pencari fakta oleh Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Baca Juga:  Senjata Milik Amerika Bisa Hancurkan Dunia 10 Kali Lipat, Tapi Masih Kurang

Wakil Duta Besar Rusia Vladimir Safronkov mengatakan di hadapan sidang dewan bahwa resolusi yang diusulkan itu adalah sikap yang buru-buru dan tidak perlu, tetapi menyuarakan dukungan untuk penyelidikan.


“Tugas utama sekarang adalah mengadakan penyelidikan obyektif tentang apa yang terjadi,” katanya.

“Apa rencanamu Rusia?”

Berbicara di dewan, Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft bertanya kepada Rusia “Apa rencana Anda? Apa rencana Anda untuk menghentikan serangan tidak masuk akal dan mengerikan ini? Kami punya rencana dan kami memiliki dukungan dan Anda menolaknya hanya untuk melindungi Assad.”

Safronkov menanggapi dengan mengatakan Rusia memiliki lebih dari satu rencana, tapi yang pertama adalah untuk memerangi terorisme dan separatisme.

Rycroft sendiri dengan tegas mengatakan, bahwa jika Rusia yang me-veto resolusi ini, jelas bahwa mereka mendukung Rezim Bashar Assad dan serangan bom kimia seperti pada hari Selasa adalah “konsekuensi” dari sikap Rusia selama ini.

Sebuah penyelidikan oleh PBB dan OPCW sebelumnya menemukan bahwa pasukan rezim Suriah bertanggung jawab atas tiga serangan gas klorin pada tahun 2014 dan 2015. Namun PBB juga menemukan bahwa kelompok ISIS dan Pemberontak juga pernah menggunakan gas mustard.

Sumber: TRT World/ Middleeastupdate

1 Komentar

Tinggalkan Balasan