Amerika Stop Terima Helikopter Apache Karena Masalah Teknis, Indonesia Bagaimana?

Angkatan Darat Amerika menghentikan pengiriman helikopter serang AH-64E Apache dari Boeing karena meyakini adanya masalah dalam hal daya tahan yang dianggap sebagai item ‘keselamatan kritis’.

“Kami berhenti menerima pengiriman AH-64E baru karena strap pack nut [bagian yang menjadi pusat baling-baling] yang kami yakini benar-benar mencurigakan,” Brigjen. Jenderal Thomas Todd, pejabat eksekutif program untuk penerbangan Angkatan Darat saat dikonfirmasi untuk Defense News Kamis 19 April 2018.

Sebagai bagian dari inspeksi keselamatan Angkatan Darat dari Amerika terhadap armada menyimpulkan helikopter, khususnya di bagian strap pack nut tidak bertahan lama untuk terbang di lingkungan pantai hingga mengalmai korosi dengan cepat.

Nut merupakan baut yang sangat besar yang memegang baling-baling rotor di helikopter hingga masalah di titik ini akan sangat membahayakan.

Meski Boeing telah memulai usaha untuk memperbaiki masalah ini enam bulan sebelumnya, Angkatan Darat Amerika memutuskan untuk tidak mengambil pengiriman AH-64E pada bulan Februari.Todd mengatakan keputusan ini juga telah disetujui sekretaris Angkatan Darat Amerika.

Pada bulan Maret, Angkatan Darat Amerika mengatakan kepada Boeing bahwa mereka akan berhenti menerima helikopter secara permanen sampai perusahaan mulai memproduksi strap pack nut baru dan lebih baik.


Boeing dan Angkatan Darat butuh waktu untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari korosi dan keausan yang agresif pada murnya. Tapi penyebab telah diidentifikasi dan Angkatan Darat telah menyetujui desain ulang, dan Boeing akan memberikan nut baru setelah pengujian desain baru dimulai pada musim panas lalu.

Baca Juga:  Peluru Terbaru Stiletto Mampu Tempus Kendaraan Lapis Baja

Bagian strap pack nut Apache
Todd mengatakan Angkatan Darat memperkirakan bahwa Boeing akan dapat menempatkan dua batalyon Apache per bulan, mulai musim panas ini, dengan bagian-bagian baru.

“Dan kami mengharapkan mereka untuk mempertahankan langkah itu sampai seluruh armada yang membeli melalui Angkatan Darat Amerika selesai,” tambahnya.

Tidak hanya Amerika yang membeli helikopter ini, sejumlah negara lain juga memesan termasuk Indonesia India, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Taiwan.

Angkatan Darat Indonesia memesan delapan unit Apache dan sebagian telah diterima. Mengingat masalah yang dialami US Army maka tidak ada salahnya kualitas AH-64E yang diterima Indonesia juga dilakukan pengecekan keamanan.

Boeing, dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada Defense News, mengatakan: “Prioritas utama kami adalah keselamatan para prajurit perang dan keandalan produk kami. Kami terus bermitra dengan Angkatan Darat untuk mengatasi masalah, mengerahkan para ahli Boeing untuk membantu Angkatan Darat amerika di lapangan dengan inspeksi, dan kembali ke jadwal pengiriman. ”

Unit pertama yang menerima bagian baru adalah yang terbang secara teratur di lingkungan pantai yang parah.

Boeing membangun rata-rata enam AH-64Es per bulan di fasilitas Mesa, Arizona. Ketika Angkatan Darat pertama kali menerjunkan model Echo, ia dipaksa untuk menggrounded seluruh armada dalam waktu satu bulan untuk menyatakan kemampuan operasional setelah insiden di Pangkalan Gabungan Lewis-McChord, Washington, pada bulan Desember 2013, terkait dengan masalah transmisi. Layanan dan Boeing menyelesaikan masalah dalam kira-kira satu bulan.

Baca Juga:  Lockheed Martin Perpanjang Usia Pesawat F16 C/D Hingga Tahun 2048

Ada delapan kecelakaan AH-64E sejak Angkatan Darat mulai menerjunkan varian ini pada 2013, dengan lima dari mereka yang dianggap kecelakaan besar yang mengakibatkan kerusakan bernilai jutaan dolar atau menyebabkan korban jiwa atau cedera besar.


Sebuah kecelakaan di 2016 di Fort Campbell, Kentucky, mengakibatkan kematian dua awak. Dan awal bulan ini, juga di Fort Campbell, sebuah Apache jatuh, menewaskan kedua tentara. (sumber: jejaktapak.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan