Amerika Sukses Uji Coba Bom Nuklir Gravitasi Terbaru B61-12

Setelah mengegerkan dunia karena menjatuhkan BOM MOAB hanya untuk memburu 500 anggota ISIS. Badan Keamanan Nuklir Amerika Serikat (AS) mengumumkan keberhasilan uji lapangan dari bom nuklir gravitasi modern di Nevada. Sebuah ironi karena di saat bersamaan mereka mengancam dan melarang Korea Utara untuk tidak melakukan uji coba bom nuklir hari ini.

“Badan Keamanan Nuklir AS (NNSA) dan Angkatan Udara AS telah menyelesaikan uji terbang kualifikasi pertama dari bom nuklir gravitasi B61-12 pada 14 Maret di Tonopah Test Range di Nevada,” bunyi pengumuman badan tersebut seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (15/4/2017).

Menurut NNSA, tujuan tes ini untuk mengevaluasi fungsi non-nuklir senjata dan kemampuan pesawat tempur F-16 untuk menjatuhkan bom. Bom tersebut dibawa pesawat tempur F-16 dari Pangkalan Angkatan Udara Nellis.

“Tes berhasil menyediakan data kualifikasi penting untuk memvalidasi bahwa desain dasar memenuhi persyaratan militer,” kata Brigadir Jenderal Michael Lutton, asisten wakil administrator utama NNSA untuk aplikasi militer. NNSA merupakan bagian dari Departemen Energi, yang bertugas mengelola senjata nuklir AS.

B61-12 adalah versi modern dari bom gravitasi B61, senjata nuklir andalan Angkatan Udara AS.

Bom ini adalah bagian penting dari kemampuan triad nuklir milik AS. Yang bisa diluncurkan dari pesawat terbang, kendaraan darat dan kapal selam.

Presiden Donald Trump telah mensahkan rencana ambisius dan mahal untuk memodernisasi kemampuan triad nuklir AS. Triad Nuklir adalah kemampuan meluncurkan bom nuklir dari darat, udara dan laut.

Baca Juga:  Amerika Anggap Rudal Hipersonik Avangard Rusia Hanya Guyonan

B61-12 ini dimaksudkan untuk mengkonsolidasikan dan mengganti semua varian B61 saat ini yang masih digunakan.

Tiga tes penerbangan keberhasilan pengembangan B61-12 dilakukan pada 2015. Tes Maret adalah yang pertama dalam serangkaian yang dijadwalkan untuk rentang tiga tahun ke depan, dengan review akhir desain pada bulan September 2018 dan unit produksi pertama dijadwalkan selesai Maret 2020.

“Dalam rangka untuk menenangkan pengkritiknya, di media dan dalam politik, Trump telah memberikan cek kosong untuk jenderalnya. Jadi mereka memiliki waktu besar sekarang, dan mereka menguji semua senjata yang mereka sudah lama ingin uji, tapi tidak bisa,” kata Brian Becker, direktur koalisi anti-perang Answer.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan