Amerika Tolak China Ikut Latihan Bersama RIMPAC 2018

Amerika Serikat (AS) mencoret China sebagai peserta dari latihan angkatan laut bersama tahun, RIMPAC 2018 di Hawai. Pencoretan ini adalah sebagai bentuk hukuman bagi China terhadap ulahnya membuat pangkalan militer di pulau-pulau di Laut China Selatan (LCS) yang masih disengketakan. Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Pentagon.

“Sebagai tanggapan awal terhadap militerisasi China yang berlanjut di Laut China Selatan, kami telah memutuskan untuk tidak mengundang Angkatan Laut China dari Latihan Lingkar Pasifik (RIMPAC) 2018,” kata Letnan Kolonel Christopher Logan, seorang juru bicara Pentagon, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Kamis (24/5/2018).

Pentagon mengatakan ada bukti kuat bahwa China telah mengerahkan rudal anti-kapal, sistem rudal permukaan-ke-udara dan jammers elektronik untuk fitur diperebutkan di Kepulauan Spratly.

Selama akhir pekan, angkatan udara China mendaratkan bomber di pulau dan terumbu di LCS sebagai bagian dari latihan di wilayah yang disengketakan.


Langkah itu dilakukan pada hari yang sama dengan diplomat tertinggi China, Wang Yi, bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington.

Latihan lingkar Pasifik, yang dikenal sebagai RIMPAC, disebut sebagai latihan maritim internasional terbesar dunia. Latihan ini diadakan setiap dua tahun sekali di Hawaii pada bulan Juni dan Juli, dan China telah mengikuti latihan-latihan sebelumnya.


Awal bulan ini AS mengatakan telah mengangkat keprihatinan dengan China tentang militerisasi terbaru LCS serta akan ada konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang.

Baca Juga:  Turki Bikin Kapal Induk Sendiri Tahun 2021

Pejabat Pentagon telah lama mengeluh bahwa China belum cukup terang tentang penumpukan militernya yang cepat, sementara para pejabat China menuduh Washington melihat negara mereka dalam istilah “Perang Dingin” yang mencurigakan.

AS telah mengirim kapal perang ke wilayah-wilayah yang disengketakan di LCS dalam upaya untuk menantang klaim kedaulatan China yang luas di wilayah itu, yang juga di klaim oleh Vietnam, Filipina, Taiwan, Brunei, dan Malaysia.

“Kami telah meminta China untuk segera menghapus sistem militer dan untuk membalikkan jalannya militerisasi pada fitur Laut China Selatan yang disengketakan,” kata Logan.
Sumber : sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan