Amerika Tuduh Rusia Bikin Uang Palsu, LNA Tuding Turki Curi Emas Milik Libya

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada tanggal 30 Mei bahwa mata uang Libya “palsu” senilai $ 1,1 miliar disita pada tanggal 26 Mei dalam operasi bersama dengan pihak berwenang Malta.

Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara departemen mengatakan bahwa mata uang itu dicetak di Rusia oleh Perusahaan Saham Gabungan milik pemerintah Goznak. Uang kertas itu dicetak atas permintaan dari Bank Sentral Dewan Perwakilan Rakyat (HoR) di Libya timur.

Juru bicara itu, Morgan Ortagus, menyebut bank itu adalah “Bank Sentral tidak sah”. Amerika hanya mengakui Bank Sentral Libya sebagai satu-satunya Bank Sentral yang sah di negara itu yang dioperasionalkan oleh Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).

“Masuknya mata uang Libya palsu yang dicetak oleh Rusia dalam beberapa tahun terakhir telah memperburuk tantangan ekonomi Libya,” kata jurubicara itu, seraya menambahkan, “Insiden ini sekali lagi menyoroti perlunya Rusia menghentikan tindakan turut campur di Libya.”

Bank HoR dibawah kendali LNA telah mencetak uang kertas di Rusia sejak 2016. Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas kekurangan uang tunai di bagian timur negara itu. GNA, yang mengendalikan bagian barat laut, saat ini bertentangan dengan HoR dan Tentara Nasional Libya (LNA).

Dalam beberapa bulan terakhir, bank sentral GNA dituduh melakukan pelanggaran pada banyak kesempatan. Sumber-sumber Pro-HoR dan LNA mengklaim bahwa bank tersebut menjual dan mengirim cadangan emas milik Libya ke Bank Sentral Turki dengan imbalan dukungan militer Turki untuk pasukan GNA.

Baca Juga:  Drama Apalagi Ini, Su-35 Rusia Terlibat Insiden Dengan F-16 Turki

Kekurangan mata uang di Libya memburuk dalam beberapa hari terakhir, Dinar Libya turun menjadi tak berharga. Ramzi al-Agha, seorang direktur di bank HoR di Libya timur, mengklaim bahwa masuknya militan Suriah baru-baru ini ke Libya menyebabkan krisis baru karena permintaan uang tunai meroket.

AS sedang berupaya menyalahkan Rusia dan LNA untuk masalah ekonomi Libya, perang sipil di Libya sendiri hasil dari intervensi NATO tahun 2011 di negara itu. Washington khawatir bahwa Rusia mungkin bersiap untuk memberikan dukungan militer langsung kepada HoR dan LNA.

1 Trackback / Pingback

  1. LNA Libya Klaim Tembak Jatuh 3 Drone Turki – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan