Amerika Uji Rudal Terbaru JAGM dari Helikopter Apache

Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) sedang menguji sebuah rudal untuk disematkan di helikopter yang akan menggantikan rudal Hellfire. Rudal penggantinya tersebut adalah rudal JAGM (Joint Air-to-Ground Missile).

Rudal JAGM mengkombinasikan kemampuan laser aktif pandu rudal Hellfire dengan MWR (millimeter wave radar) pandu.

Salah satu kelemahan penggunaan rudal yang memiliki laser aktif pandu adalah laser bisa saja terganggu dengan adanya kabut, asap, salju atau hujan ringan, sehingga menyebabkan jalur penerbangan rudal akan terhambat ke sasaran. Kombinasi dengan MWR membuat rudal baru ini dapat dioperasikan secara virtual hampir disegala macam cuaca dan masih tetap dapat menghajar target musuh dengan akurat.

“Menggunakan rudal (semi-aktif laser), enam detik terakhir saat rudal meluncur merupakan saat yang paling kritis untuk menjaga laser pembidik agar tetap pada sasaran,” ujar sang pilot dalam keterangan resmi yang dikeluarkan US Army.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika menembak rudal pandu biasa dan garis bidik target terganggu, rudal akan meleset dari target. Sementara rudal JGAM dalam pengoperasian awalnya dapat menggunakan laser pandu, lalu dapat ditransisikan ke porsi radar dan masih tetap menghancurkan target lawan meskipun pilot melakukan gerakan mengelak.

Pengujian rudal JAGM berlangsung di Yuma Proving Ground, Arizona. Rudal ditembakkan dari helikopter serang AH-64D Apache US Army dengan UAV (unmanned aerial vehicle) sebagai targetnya.

Baca Juga:  S-350E Vityaz, Sistem Pertahanan Udara Ringain Setangguh S-400 Buatan Rusia

“Begitu Anda meluncurkan rudal dan dihadapkan dengan asap, debu atau kabut, rudal laser reguler akan kehilangan target. Dengan JAGM, Saya memiliki jaminan yang cukup baik bahwa saya akan menghancurkan target bahkan hanya dengan satu rudal bukan dengan beberapa tembakan rudal, terang Al Maes, Penasihat Teknis Persenjataan Penerbangan Angkatan Darat. (TSM/Angkasa Review)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan