Ancam Eropa, Rusia Pindahkan Posisi Rudal Iskandar ke Kaliningrad

Rusia disebut telah memindahkan posisi rudal hipersonik Iskander-M dari pelabuhan Laut Baltik ke Kaliningrad pada 2014. Ulah Rusia ini memicu aksi dari pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) dan NATO yang menilai gelagat Rusia itu menunjukkan sinyal berbahaya.

Iskandar M adalah rudal balistik jarak menengah terbaru milik Rusia yang belum selesai dipelajari secara spesifik oleh pihak NATO. Rudal ini mulai mengisi Arsenal Rusia pada tahun 2006.

NATO berasumsi bahwa aksi Rusia ini karena mereka ingin menguasai penuh laut Baltik.

Rudal Iskander M di pindah ke Kaliningrad. Kaliningrad adalah provinsi Rusia yang berada di jauh dari dataran Rusia di tepi laut Baltik yang berbatasan dengan Polandia dan Lithuania. Lihat peta berikut ini:

gitn_1180_kaliningrad

Laporan pergeseran rudal yang juga bisa membawa hulu ledak nuklir ini pertama kali diungkap media Estonia dan dibenarkan pejabat intelijen AS.


”Mereka memindah sistem rudal mirip (Iskander-M) ke Kaliningrad pada tahun 2014 untuk latihan militer, itu bisa menjadi isyarat politik. Menunjukkan kekuatan, untuk mengekspresikan ketidaksenangan pada NATO,” kata pejabat intelijen AS itu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/10/2016).

Media Estonia mengutip pejabat militer melaporkan bahwa rudal Iskander-M diangkut dengan kapal dari kawasan St Petersburg. Rusia sendiri pernah berencana memindahkan rudal berbahaya itu ke Kaliningrad tidak sampai tahun 2018 atau 2019.

“Senjata ini sangat canggih dan tidak ada senjata yang sebanding di gudang senjata Barat. Ini dapat membawa senjata nuklir, jarak terbang jarak hingga 500 km. Dengan demikian (rudal) ini mampu mengancam Polandia, termasuk instalasi pertahanan rudal AS di sana,” tulis media Estonia mengutip seorang ahli pertahanan negara itu.

Baca Juga:  Demi Keamanan Nasional, Inggris Batalkan Penjualan Northern Aerospace Ke China

Marko Mihkelson, Ketua Komite Pertahanan Nasional Parlemen Estonia, kepada kantor berita ERR pada Jumat kemarin mengatakan pengangkutan rudal itu dibantu kapal sipil. Dia menduga upaya Rusia memindahkan rudal Iskander-M sengaja dilakukan secara rahasia.

iskander-mi

Laporan pemindahan rudal nuklir berbahaya itu muncul setelah Rusia membatalkan perjanjian pembuangan plutonium nuklir dengan AS karena Washington melakukan tindakan bermusuhan pada Moskow.

”Dalam kasus apapun, apa yang tepat untuk saat ini adalah tetap tenang ,” kata Mihkelson. “Rusia hanya menunjukkan keinginannya untuk memperkuat posisinya di pintu masuk ke Laut Baltik,” katanya.

Militer maupun Pemerintah Rusia hingga kini belum berkomentar atas laporan pemidahan rudal nuklir Iskander-M ke Kaliningrad.

Berikut spek dari rudal ini

Specifications
Berat 3,800 kg (8,400 lb)[2]
Panjang 7.3 m (24 ft)
Diameter 0.92 m (3 ft 0 in)
Hulu Ledak 480–700 kg (1,060–1,540 lb) HE fragmentation, submunition, penetration, fuel-air explosive,EMP[3][4]

Mesin Single-stage solid propellant
Jangkauan 500 km (250-310 miles)[5][6] for Iskander-M
Kecepatan 2,100 m/s (Mach 6.2) (hypersonic)[7]
Sisem Pemandu Inertial guidance, optical DSMAC (Iskander-M), TERCOM (Iskander-K), use of GPS / GLONASS in addition to the inertial guidance system[8]
Inertial, use of GPS / GLONASS and optical DSMAC terminal homing
Akurasi 5–7 m (Iskander-M)
Alat Peluncur
Mobil Truck

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan