Ancaman Donald Trump, Jika Rencana Perdamaianya Ditolak Palestina Tak Akan Diakui Selamanya

Donald Trump dan Netanyahu saat mengumumkan rencana perdamaian. Foto (AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Sarah Silbiger)

Donald Trump melalui menantu sekaligus penasihat politiknya, Jared Kushner menyatakan bahwa Palestina harus patuh dan setuju terhadap rencana perdamaian yang dia susun untuk Israel dan Palestina. Jika menolak, selamanya Palestina tidak akan diakui sebagai negara di dunia.

Dia juga tidak akan mendengarkan permintaan ataupun penderitaan rakyat Palestina sebelum mereka membentuk negara berdaulat. Jurnalis CNN Fareed Zakaria yang mewawancarainya bertanya, mengapa harus begitu?

Trump melalui Kushner menjawab bahwa hal yang sama juga dilakukanya di dunia Arab, karena negara-negara Arab tidak ada yang menerapkan prinsip demokrasi dan kebebasan seperti perjuangan Amerika. Setiap negara mitra AS harus menjamin kebebasan pers, kebebasan dalam memilih, kebebasan memeluk agama, sistem peradilan independen, dan level finansial mandiri.

“Itu adalah level yang harus dipenuhi,” paparnya. “Jika mereka tidak berpikir bakal mencapai standar yang ditetapkan, saya juga tidak akan berpikir Israel akan mengakui mereka sebagai negara,” ucap Kushner.

Adapaun untuk Ibukota-nya, Trump tetap bersikukuh bahwa Yerusalem adalah “ibu kota Israel yang tak terbagi”. Negara Palestina akan beribukota di Abu Dis, kawasan pinggiran Yerusalem Timur.

Baca Juga:  Jerman Beri Yordania Hibah Senjata Senilai 18 Juta Euro

1 Komentar

Tinggalkan Balasan