Anggaran Belanja TNI 2019 Bakal Mengecil ?

Anggaran belanja untuk TNI tahun 2019 sepertinya bakal turun, mengecil dari tahun 2018. Ini setelah pagu indikatif anggaran untuk kementrian pertahanan hanya senilai 106 Triliun Rupiah saja, seperti diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan ( Kemenhan) Marsekal Muda Tata Endrataka.

Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan dana yang diajukan kementrian pertahanan saat rapat dengan Menteri Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Kemenhan yang membawahi TNI, meminta anggaran 215 Triliun.

Tata mengatakan, Kemenhan berupaya mengajukan tambahan anggaran untuk tahun 2019.


Namun ia enggan merinci besarannya.


“Masih akan diproses lagi, nanti ada pagu anggaran, ada alokasi anggaran, itu nanti prosesnya masih belum sampai, ” kata Tata di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018) seperti dikutip dari kompas.com

Ia mengatakan, anggaran sebesar itu dialokasikan sebesar 40 persen untuk belanja pegawai.

Lalu, 30 persen untuk belanja barang dan 30 persen sisanya untuk belanja modal. Untuk belanja barang, Kemenhan berencana menambah jumlah pesawat, kapal, dan panser. Selain itu, Kemenhan juga menyiapkan anggaran bagi Komando Operasi Khusus Gabungan (koopsusgab) untuk pemberantasan terorisme. “Besarannya nanti ya, nanti, karena belum sampai DIPA ya. Ini masih indikatif, sudah (dianggarkan),” lanjut Tata.

Baca Juga:  Karakter Pasukan Khusus TNI, Senyap Mematikan

1 Komentar

  1. ingat kita dikelilingi oleh banyak pangkalan militer asing dan aseng pun sudah ngikut makin mendekati. saatnya Indonesia memiliki kekuatan militer yang terus bertambah baik kuantitas maupun kualitas. anggaran militer kecil gimana bisa punya kekuatan militer yang bertaji?

Tinggalkan Balasan