Anggaran Militer Jepang Naik 625 Triliun untuk Hadapi Korea Utara

Jepang berencana untuk menaikkan anggarannya pertahanan secara signifikan demi membendung Korea Utara ( Korut).

Dilaporkan harian bisnis Nikkei via AFP Sabtu (16/12/2017), pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe bakal menetapkan anggaran pertahanan 2018 sebesar 5,19 yen Jepang, atau Rp 625 triliun.

Angka itu lebih besar dibanding 2017 yang mencapai 5.12 triliun yen Jepang, atau sekitar Rp 617 triliun.

Anggaran itu sebagian besar bakal digunakan untuk melindungi Jepang dari ancaman Korut yang begitu gencar mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistiknya.

“Kenaikan anggaran tersebut digunakan untuk membeli sistem pertahanan pencegat misil Aegis Ashore,” demikian laporan Nikkei.

Selain itu, pekan lalu (8/12/2017), Menteri Pertahanan Itsunori Onodera memperkenalkan rudal jelajah udara Joint Strike Missile (JSM).

Rudal produksi pabrikan asal Norwegia, Kongsberg Defence & Aerospace, tersebut mampu menempuh jarak 500 kilometer.


Selain itu, Onodera berujar Jepang juga bakal membeli misil jarak jauh udara-ke-permukaan (JASSM-ER) produksi Lockheed Martin.

AFP melaporkan, Jepang memperkuat diri setelah Korut meluncurkan rudal balistik antar-benua (ICBM) terbaru mereka, Hwasong-15, 29 November lalu.


Rudal yang bisa dipasang hulu ledak nuklir tersebut bisa terbang sejauh 13.000 kilometer, dan diklaim mampu menjangkau ke seluruh daratan utama Amerika Serikat (AS).

Namun, bagi kalangan oposisi, langkah ini sangat kontroversial karena Jepang dianggap melanggar hukum internasional tentang larangan melakukan tindakan yang dianggap memprovokasi. (kompas.com)

Baca Juga:  Ribuan Personel TNI AD Latihan Perang di Baturaja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan