Arab Saudi Desak HAMAS Palestina Untuk Berdamai Dengan Israel

Roket Ayyash milik Hamas yang sama persis dengan roket Fajar buatan Iran

Gerakan Hamas Palestina berkomunikasi dengan Arab Saudi baru-baru ini dengan harapan membebaskan beberapa anggotanya yang saat ini ditahan di kerajaan itu, dikutip dari media al-Mayadin yang melaporkan pada 14 Agustus.

Lebih dari dua tahun lalu, otoritas Saudi menangkap puluhan warga Palestina atas tuduhan terorisme. Banyak dari tahanan tersebut adalah anggota Hamas, termasuk perwakilan resmi gerakan itu di Arab Saudi, yaitu Mohamad Saleh al-Khudari.

Al-Mayadin mengatakan bahwa Hamas menghubungi pejabat kerajaan Arab Saudi melalui seorang tokoh Palestina terkemuka yang tinggal di kerajaan itu.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada saluran berita yang berbasis di Beirut bahwa Arab Saudi memberi tahu Hamas bahwa mereka akan membangun kembali hubungan dengannya, dan membebaskan semua anggotanya hanya jika menerima persyaratan koalisi Perdamaian di Timur Tengah. Sumber tersebut mencatat bahwa kerajaan tidak meminta gerakan tersebut untuk memutuskan hubungan dengan Iran seperti yang terjadi selama komunikasi sebelumnya.

Koalisi perdamaian itu digagas pada tahun 2002 oleh PBB, AS, Uni Eropa dan Rusia untuk membantu proses perdamaian Israel-Palestina. Di antara kondisi yang ditetapkan oleh Koalisi itu adalah pengakuan hak Israel untuk eksis serta semua perjanjian terkait perdamaian yang ditandatangani oleh otoritas Palestina dari Faksi Fatah.

“Hamas terkejut dengan persyaratan Arab Saudi tersebut,” kata sumber al-Mayadin. “Hamas memberi tahu mediator Palestina terkemuka di Arab Saudi tentang penolakan kategorisnya terhadap penyelesaian apa pun dengan Israel atau dimulainya kembali hubungan dengan Arab Saudi, jika atas dasar ini.”

Baca Juga:  Bermodal Air Bersih, Satgas Garuda TNI Di Kongo Berhasil Bujuk Milisi Bersenjata Untuk Menyerah

Hamas telah membantah laporan al-Mayadin, menyangkal adanya komunikasi baru-baru ini dengan Arab Saudi mengenai masalah tahanan.

Perlu dicatat bahwa Houthi (Pemberontak) juga pernah menawarkan proposal serupa pada tahun 2020 untuk membebaskan beberapa tawanan Saudi, termasuk pilot pesawat tempur, dengan imbalan pembebasan anggota Hamas dan tahanan Palestina lainnya di kerajaan tersebut. Arab Saudi tidak pernah menanggapi tawaran kelompok pemebrontak Yaman itu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan