Arab Saudi Sewa Tentara Bayaran Blackwater Untuk Gulingkan Raja Qatar

Mantan Perdana Menteri Qatar, Abdullah bin Hamad al-Attiyah dalam wawancaranya dengan ABC Spanyol mengungkapkan bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir pernah menyewa tentara bayaran Blackwater Amerika Serikat untuk menggulingkan Raja Qatar.

Arab Saudi, UEA, dan Mesir merasa harus mengambil tindakan keras atas Qatar yang dianggap bersebrangan dalam keyakinan soal Islam dan terorisme. Qatar dituduh telah mensponsori sejumlah sel-sel teror dan pendukung aliran-aliran agama non Wahabi yang bisa mengguncang tahta kerajaan atas ketiga negara tersebut.

Menurut sang Menteri, UEA sudah memanfaatkan jasa perusahaan kontraktor militer Blackwater, yang kini dikenal sebagai Xe dan kemudian Academi untuk menjalankan rencananya. Ribuan kontraktor mantan anggota militer tersebut sudah tiba di Uni Emirat Arab untuk melakukan persiapan jauh-jauh hari.


Persiapan kudeta tersebut tidak nampak karena Blackwater sendiri memang disewa untuk membantu dalam kampanye koalisi Arab Saudi untuk memerangi milisi Houthi di Yaman. Sebanyak 400 kontraktor, atau tantara bayaran, ditugaskan untuk berpatroli dan menjaga pos-pos keamanan di wilayah Yaman yang dikuasai oleh koalisi Arab Saudi.


Keterlibatan Blackwater di Yaman sendiri tidak pernah diungkapkan oleh perusahaan tersebut di hadapan publik, tetapi investigasi oleh koran seperti The New York Times berhasil mengungkap keberadaan kamp-kamp pelatihan yang dikomandani kontraktor militer dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Australia, yang kemudian melatih para kontraktor baru dari negara lain.
Rencana invasi tersebut akan dilakukan murni oleh kontraktor militer Blackwater, dan menggantikan emir Qatar dengan anggota keluarga emirati Qatar yang memiliki pandangan sama dengan Arab Saudi. Para kontraktor militer Blackwater yang ditugasi melancarkan aksi militer sepihak itu dilatih di Liwa, sebuah tempat terpencil di sebelah barat UEA. Mereka yang ditugasi untuk melancarkan serangan disewa dari Kolombia dan Amerika Selatan.

Baca Juga:  Israel Tuding Iran Membangun Pangkalan Militer Syiah di Suriah Untuk Mengubah Timur Tengah

Rencana kudeta itu dibatalkan hanya karena intervensi Amerika Serikat, yang menolak menyetujui rencana serangan tersebut. Tidak dijelaskan kenapa AS menolak mengijinkan rencana serangan, tetapi seperti diketahui, AS punya banyak kepentingan juga di Qatar, seperti penempatan pangkalan militernya. Blackwater/ Academi sendiri menolak berkomentar atas hasil wawancara media ABC tersebut. (Aryo Nugroho/UC News)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan