AS Kerahkan Drone Pengintai Gray Eagle ke Filipina

Amerika Serikat mengerahkan Unmanned Aircraft Systems (UAS) Gray Eagle ke Mindanao untuk pengintaian tambahan untuk mendukung upaya kontraterorisme Angkatan Bersenjata Filipina (AFP).

Dibandingkan dengan platform pengintai yang saat ini yang digunakan di wilayah itu, Gray Eagle memiliki durasi penerbangan yang lebih panjang yang akan memungkinkan mencakup wilayah pengintaian dan pengawasan yang lebih luas.

MQ-1C Gray Eagle, diproduksi oleh General Atomics Aeronautical Systems, adalah UAS medium-altitude, long-endurance (MALE). Drone ini bisa bertahan beroperasi selama 25 jam dan memiliki ketinggian terbang hingga 29.000 kaki (8.839,2 meter).

Selama tiga tahun terakhir, AS telah memberi bantuan kepada Filipina senilai lebih dari Php15 miliar, untuk membangun kemampuan komando, pengendalian, komunikasi, komputer, intelijen, pengawasan, dan pengintaian yang lebih baik untuk Angkatan Bersenjata Filipina.


Pengiriman terbaru termasuk UAS taktis Raven dan dua pesawat pengintai Cessna-208B, serta berbagai amunisi dan senjata untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan kontraterorisme yang mendesak.


Sumber : defpost.com (diterjemahkan dan diedit oleh TSM)

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan