AS Kerahkan Radar Teknologi Tinggi Sebagai Respon Ancaman Rudal Korea

Sebuah radar militer berteknologi tinggi berbasis laut AS telah meninggalkan Hawaii untuk memantau potensi peluncuran uji cobarudal balistik antarbenua Korea Utara, kata seorang pejabat pertahanan AS, Rabu (11/01).

Awal bulan ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan bahwa negara berkemampuan nuklir tersebut akan melakukan uji peluncuran rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile – ICBM).

Pejabat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan radar yang dikenal sebagai Sea-based X-band radar (SBX), berangkat pada hari Senin (08/01) dan akan mencapai tujuannya sekitar 2.000 mil (3.218 km) barat laut dari Hawaii, menjelang akhir Januari.


Radar ini mampu melacak ICBM dan membedakan antara rudal yang bersifat mengancam dan yang bukan merupakan ancaman.

Pada hari Selasa, Menteri Pertahanan AS Ash Carter mengatakan militer AS akan memantau pengujian rudal balistik Korea Utara dan mengumpulkan data intelijen dan tidak menghancurkannya, selama peluncuran itu tidak menimbulkan ancaman.

“Jika rudal itu bersifat mengancam, akan dicegat. Jika tidak mengancam, kita tidak perlu melakukannya (pencegatan),” kata Carter,

“Karena mungkin akan lebih menguntungkan bagi kita, pertama-tama, menghemat persediaan rudal interceptor kami, dan, kedua, untuk mengumpulkan data intelijen dari penerbangan tersebut, daripada melakukan pencegatan ICBM tersebut selama tidak mengancam.”

Pernyataan Carter keluar lebih dari seminggu setelah Presiden terpilih AS Donald Trump bersumpah bahwa Korea Utara tidak akan dapat memenuhi ancamannya untuk menguji ICBM tersebut. Trump mengatakan dalam sebuah tweet tanggal 2 Januari: “Itu tidak akan terjadi!”

Baca Juga:  Kapal Induk Buatan China Uji Sistem Penerbangan

“Pengerahan SBX saat ini tidak didasarkan karena ancaman yang kredibel, namun kami tidak bisa mendiskusikan secara spesifik ,engenai misi khusus ini karena sedang berlangsung,” kata Commander Gary Ross, juru bicara Pentagon.

SBX atau Sea-Based X-band Radar adalah stasiun radar peringatan dini active electronically scanned array (AESA) yang terapung, mobile dan swagerak yang didesain untuk mampu beroperasi ditengah laut yang ganas dan angin yang kencang. Radarnya memiliki jangkauan hingga 2.000 km. Radar tersebut merupakan turunan dari radar yang digunakan dalam sistem pertahanan rudal balistik THAAD, dan merupakan bagian dari program pertahanan rudal balistik (ballistic missile defense – BMD) yang berlapis dari United States Missile Defense Agency (MDA). 

Radar dipasang pada rig pengeboran minyak semi-submersible twin hulled CS-50 yang dibangun oleh galangan kapal Vyborg di Rusia yang awalnya dipesan oleh perusahaan Moss Maritime Norwegia, yang kini menjadi bagian dari kontraktor minyak Italia, Saipem.


Sumber : TSM/reuters.com/wikipedia.org

1 Komentar

Tinggalkan Balasan