AS Perintahkan Perancis Bunuh Ghadafi Untuk Mencegah Kurs Emas Menggantikan Dollar

Sejarah Libya dibawah kepemimimpinan Moamar Ghadafi adalah salah satu negara di dunia dengan cadangan emas terbanyak di dunia. Berbeda dengan Venezuela yang menyimpan emasnya di luar negeri, Libya menyimpan emasnya di dalam negeri.

Tahun 2010, Ghadafi mulai mengkampanyekan mata uang yang dikurskan dengan emas, bukan mata uang yang dikurskan pada dollar Amerika Serikat. Akibat kampanye ini, muncul surat perintah pembunuhan pada dirinya dari AS.

Dikutip dari neonnettle.com, pada 2018 ada 3000 email milik Hillary Clinton yang diterbitkan pada malam tahun baru. Sesuai dengan prinsip keterbukaan di AS, email penting kebijakan luar negeri akan dirilis ke publik setelah beberapa tahun. Hillary sendiri tahun 2011 menjabat sebagai sekretaris negara.

Email pada April 2011, dikirim ke Sekretaris Negara Hillary oleh konsultan informal dan orang kepercayaan lama Clinton, Sidney Blumenthal dengan judul subjek “Mitra Prancis dan emas Qaddafi,” memaparkan perintah dan tujuan misi negara barat di Libya.

E-mail itu mengizinkan Presiden Prancis Nicholas Sarkozy memimpin serangan terhadap Libya dengan mempertimbangkan lima fungsi tertentu.

Untuk mendapatkan minyak Libya, menjamin pengaruh Prancis di kawasan Afrika utara itu, meningkatkan reputasi Sarkozy secara lokal, menegaskan kekuatan militer Prancis, dan untuk mencegah pengaruh Gaddafi di “Francophone Afrika.” Yaitu negara-negara Afrika bekas jajahan Perancis.

Yang paling utama adalah bahaya besar karena Libya punya cadangan emas dan perak yang banyak, diperkirakan mencapai “143 lot emas, dan jumlah yang serupa dalam perak,” jika sampai Libya menggunakan mata uang berbasis emas atau transaksi dengan emas antar negara Afrika, maka posisi mata uang franc Prancis (CFA) yang selama ini dijadikan simpanan devisa di negara-negara Afrika akan hancur.

Baca Juga:  Duel Jet Tempur Amerika dan Sovyet Hampir Picu Perang Dunia III

Meskipun Perancis sudah mengganti mata uangnya dari Franc ke Euro pada 2002. Namun banyak negara-negara bekas jajahan Perancis di Afrika yang masih menyimpan Franc di bank-bank sentral sebagai kekayaan negara. Jika Libya berhasil mempengaruhi mereka untuk mengganti cadangan uang negara dengan emas dan membuang duit kertas Franc maka mata uang Euro akan hancur tidak akan ada harganya.

Libya di bawah Ghadafi telah memilik jumlah emas dan perak senilai lebih dari $ 7 miliar. Beberapa sumber mengatakan, bahwa Ghadafi siap menukar cadangan uang kertas dollar, Euro dan Franc milik negara-negara Afrika dengan emas asalkan mereka mau mulai menggunakan kurs mata uang berbasis harga emas.

Intelijen Perancis sendiri telah menyadari bahwa Libya telah berupaya untuk mengembangkan mata uang sendiri yang bisa menggantikan sistem perbankan utama Barat, maka keputusan untuk membunuhnya harus segera diambil, dengan disokong NATO dan Amerika Serikat.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan