AS Punya Strategi Baru Untuk Lawan China di Laut China Selatan

Sebuah laporan dilansir Navy Times, bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sedang menyiapkan strategi baru untuk melawan hegemoni China di kawasan Laut China Selatan. Kebijakan ini dilandasi untuk menjamin kebebasan bernavigasi lebih dekat ke pulau-pulau buatan China di kawasan sengketa.

Usulan dari Angkatan Laut dan Komando Pasifik AS telah mengusulkan untuk mengarahkan armada kapal perang AS ke posisi yang lebih dekat ke pulau-pulau buatan di Kepulauan Spratly dan Paracel, di mana China juga telah membangun kekuatan militer di sana.

Kebijakan tersebut kapal-kapal perang dari carrier strike group USS Carl Vinson (CVN 70) yang berbasis di San Diego sudah sampai di Samudera Pasifik dan bisa segera mengambil posisi ke Laut China Selatan. Demikian dilansir oleh Navy Times mengutip tiga pejabat senior Pentagon.


Namun kebijakan ini belum disetujui oleh Presiden Donald Trump. Trump sendiri dalam beberapa hari ini telah meredam ketegangan dengan China.

Wilayah Laut China Selatan memanas saat Beijing membangun landasan pacu militer di Kepulauan Spratly. Bahkan China juga telah mengerahkan rudal berbahaya ke kawasan sengketa itu.

”Pemerintahan Trump harus memutuskan apa yang ingin dicapai,” kata Bonnie Glaser, Direktur China Power Project di Pusat Studi Internasional dan Strategi di Washington DC, seperti dikutip IB Times, Selasa (14/2/2017).

”Saya mungkin ragu untuk memaksa China menarik diri dari pulau-pulau yang baru dibangun di Spratly. Namun AS bisa mengembangkan strategi yang bertujuan untuk mencegah reklamasi pulau-pulau, militerisasi, serta mencegah China menggunakan pos-pos baru untuk mengintimidasi dan memaksa tetangganya,” ujar Glaser.


AS bukan negara yang bersengketa atas kawasan Laut China Selatan. Namun, AS menolak klaim sepihak China atas hampir seluruh kawasan tersebut. Pulau-pulau di Laut China Selatan itu jadi sengketa antara China dengan negara-negara Asia seperti Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam dan Taiwan.

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan