AU India Menjadi Lebih Kuat Berkat Rafale Bukan Sukhoi Su-35

India adalah negara yang termasuk sekutu dekat Uni Soviet dan Rusia. Berbagai senjata utama didapatkan India dari Rusia dengan alih teknologi. Diantaranya adalah Rudal Brahmos dan Pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI.

Namun sejak susahnya mendapatkan spare part pesawat buatan Rusia yang bikin MiG-29 dan Su-30 MKI banyak yang jatuh. India mulai berpaling ke pesawat non Rusia. Bahkan berani menolak tawaran Sukhoi Su-35.

India akhirnya memilih pesawat tempur buatan Perancis, Rafale. Kepala Staf Angkatan Udara India Marsekal SB Deo mengatakan kepada pers bahwa jet tempur buatan Perancis Rafale adalah jet tempur yang cantik dan akan memberikan kemampuan tempur tak tertandingi di kawasan, seperti dilansir NDTV (06/09/2018)

India dan Perancis telah menandatangani kontrak antar negara pada bulan September 2016 untuk pembelian 36 unit jet tempur Rafale dan jet tempur pertama seharusnya diserahkan pada bulan September 2019.


Namun pembelian jet tempur itu telah menjadi kontroversi tersendiri di parlemen karena proses tender dan kontrak yang tak transparan. Apalagi Dassault menggandeng Reliance Defence melalui skema penunjukan langsung yang kemudian dituduh melakukan penggelembungan harga.


Namun begitu, Marsekal SB Deo mengatakan bahwa mereka yang mengkritisi Rafale perlu memahami norma-norma yang dilibatkan dan proses pengadaan jet tempur yang benar sebelum bisa mengeluarkan tuduhan terhadap jet tempur ini.

Sumber: NDTV / UC News Aryo N

Baca Juga:  Kawasaki Luncurkan Kapal Selam Kelas Soryu Untuk AL Jepang

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan