AU India Perpanjang Usia 10 Skuadron pesawat MiG-21 dan MiG-27 Hingga 2024

Masa depan AU India masih akan dipenuhi pesawat tua. Kementrian Pertahanan memutuskan untuk memperpanjang usia 10 skuadron pesawat tempur MiG-21 dan pesawat tempur MiG-27 hingga tahun 2024, saat pesawat-pesawat tersebut menghabiskan Total Technical Life-nya.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Subhash Bhamre, Menteri Pertahanan Negara India di Lok Sabha (Majelis Rendah Parlemen bikameral India, dengan majelis tinggi Rajya Sabha) pada 27 Desember 2017.

Ironisnya, si menhan juga merinci dengan detail daftar kecelakaan yang melibatkan pesawat pesawat tua tersebut.

Selama tiga tahun terakhir dan tahun berjalan berikut daftar kecelakaan pesawat MiG:
2014/15 – 4 pesawat,
2015/16 – 2 pesawat,
2016/17 – 3 pesawat dan
2017/18 (hingga 18 Desember) – 1 pesawat.

Menurut Kementerian Pertahanan India, AU India akan memiliki 32 Skuadron Tempur dan 39 unit Helikopter pada tahun 2020. Ini berbeda jauh dengan kekuatan yang diinginkan oleh AU India sebanyak 42 skuadron tempur.

Mikoyan-Gurevich MiG-21 adalah pesawat tempur dan interseptor jet supersonik, yang dirancang oleh Biro Desain Mikoyan-Gurevich di era Uni Soviet.

Versi awal dianggap sebagai jet tempur generasi kedua, sementara versi yang lebih baru dianggap sebagai pesawat tempur generasi ketiga.

Sekitar 60 negara di empat benua telah menerbangkan MiG-21, dan masih digunakan dibanyak negara, enam dekade setelah penerbangan perdananya.

Pesawat tersebut membuat rekor penerbangan, menjadi pesawat jet supersonik yang paling banyak diproduksi dalam sejarah penerbangan, pesawat tempur yang paling banyak diproduksi sejak Perang Korea dan sebelumnya merupakan produksi terpanjang dari sebuah pesawat tempur (sekarang telah dilampaui oleh McDonnell Douglas F-15 Eagle dan General Dynamics F-16 Fighting Falcon).

Baca Juga:  Vietnam Upgrade Korvet Pohang Class Hibah dari Korea Selatan

Sementara pesawat Mikoyan MiG-27 adalah pesawat serang darat dengan sayap variabel-geometri, yang awalnya dibangun oleh biro desain Mikoyan-Gurevich di Uni Soviet dan kemudian diproduksi di India oleh Hindustan Aeronautics dengan nama Bahadur.

Pesawat ini dibuat berdasarkan pada pesawat tempur Mikoyan-Gurevich MiG-23, namun dioptimalkan untuk serangan udara-ke-darat. Berbeda dengan MiG-23, MiG-27 tidak banyak digunakan di luar Rusia, karena kebanyakan negara-negara lain memilih Mikoyan-Gurevich MiG-23BN dan Sukhoi Su-22 sebagai gantinya.


Pesawat jenis ini masih beroperasi pada Angkatan Udara India, Kazakhstan dan Sri Lanka dalam peran serang darat. Sementara semua pesawat MiG-27 Rusia dan Ukraina telah pensiun. (defpost.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan